![]() |
| Foto.Seminar Hardiknas Jatim 2026 di Pamekasan Bahas Pembelajaran Transformatif Berbasis Kearifan Lokal.dok.hms |
PAMEKASAN, CakraInvestigasi.com, Rangkaian Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Jawa Timur 2026 di Pamekasan diisi dengan seminar pendidikan bertema _“Pembelajaran Transformatif melalui Penguatan Lokal untuk Mewujudkan Masa Depan Inspiratif”_.
Seminar yang digelar di SD Negeri Jalmak 1 Pamekasan, Minggu (24/05/2026), dimoderatori langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan Akhmad Basri Yulianto.
Diskusi pendidikan ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah sebagai keynote speaker. Hadir Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman, S.H.M.Si., serta akademisi Dr. Moh. Zayyadi, M.Pd. serta dihadiri oleh kepala Dinas pendidikan Jawa Timur
Di hadapan Mendikdasmen, Dr. Zayyadi menyampaikan bahwa penguatan pendidikan di Madura perlu dilakukan melalui pendekatan berbasis budaya lokal. Salah satunya melalui pengembangan modul pembelajaran yang kontekstual dengan kehidupan masyarakat Madura.
“Pembelajaran di sekolah perlu diarahkan pada metode yang lebih mendalam dan kontekstual. Salah satunya melalui pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal Madura agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami secara relevan dengan lingkungan sosial dan budaya mereka,” Ujarnya.
Dia juga menilai permainan tradisional Madura dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran komputasi dan koding karena mampu melatih pola berpikir logis dan strategis siswa mulai sejak dini.
“Dalam aspek pembentukan karakter, penguatan budaya ondheghe bahasa atau penggunaan Bahasa Madura yang santun dinilai penting untuk menginternalisasi program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” atau 7 Habits. Pendekatan itu diyakini mampu membangun karakter siswa berbasis nilai budaya lokal,” Ungkapnya.
Dalam forum tersebut, para pembicara menyoroti pentingnya penguatan muatan lokal dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter dan daya saing peserta didik. Menteri Abdul Mu’ti menegaskan, pendidikan tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya dan potensi daerah.
“Pembelajaran transformatif harus mampu menjawab tantangan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai dan kearifan lokal. Inilah kunci untuk melahirkan generasi yang unggul sekaligus berkarakter,” Ujarnya.
Bupati Kholilurrahman juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, dan masyarakat agar kebijakan pendidikan dapat berjalan efektif hingga ke tingkat desa."Tegasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peresmian dan penandatanganan Prasasti Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan oleh Menteri Abdul Mu’ti di SD Negeri Jalmak 1. Menteri juga memberikan arahan langsung kepada masyarakat pendidikan setempat terkait penguatan mutu dan akses pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pamekasan berharap semangat Hardiknas 2026 mampu memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
“Kolaborasi ini penting agar anak-anak Pamekasan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” Kata Akhmad Basri Yulianto menutup sesi diskusi.
(Gf).


Social Header
Berita