Berita

Breaking News

Sri Sultan Resmikan 3 Gedung RSJ Grhasia: Jangan Sampai Pintu Rumah Sakit Terbuka, Penerimaan Sosial Masih Tertutup

Foto.Gubernur DIY saat meresmikan Gedung baru RSJ Grhasia.dok.


Sleman,Cakrainvestigasi.com, – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan tiga gedung baru Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia, yakni Gedung Madukara, Gedung Mandala Wangi, dan Gedung Arogyagati.,.Selasa ( 1/9)


Peresmian tiga gedung tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan jiwa di DIY. Sri Sultan menegaskan, pembangunan fasilitas kesehatan tidak boleh hanya dimaknai sebagai penambahan gedung dan peralatan, tetapi harus mampu memberikan pelayanan yang semakin manusiawi dan mendukung proses pemulihan pasien.

Dalam sambutannya, Sri Sultan menyampaikan bahwa ketiga gedung tersebut bukanlah fasilitas yang berdiri sendiri. Ketiganya merupakan bagian dari mata rantai pelayanan yang menghubungkan proses penanganan, pemulihan hingga kesinambungan terapi.

“Yang kita resmikan bukanlah tiga gedung yang berdiri sendiri, melainkan satu mata rantai pelayanan yang menghubungkan penanganan, pemulihan hingga kesinambungan terapi,” ujar Sri Sultan.

Menurutnya, keberadaan Gedung Madukara, Gedung Mandala Wangi dan Gedung Arogyagati diharapkan mampu mendukung pelayanan kesehatan jiwa yang lebih komprehensif, rehabilitatif, cepat dan terintegrasi.

Sri Sultan mengingatkan, kemajuan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya bangunan maupun peralatan. Infrastruktur akan memiliki makna apabila mampu menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Ketika seseorang datang untuk memperoleh pertolongan, boleh jadi ia sedang berada pada salah satu titik yang paling rendah dalam kehidupannya,” katanya.

Karena itu, pelayanan kesehatan jiwa, lanjut Sri Sultan, harus terus bergerak dari sekadar mengobati penyakit menuju upaya memulihkan manusia secara utuh. Keberhasilan pelayanan tidak berhenti ketika gejala pasien dapat dikendalikan, tetapi harus dilanjutkan dengan proses pemulihan agar pasien dapat kembali menjalani kehidupannya.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan juga menyoroti masih adanya stigma terhadap orang dengan gangguan kesehatan jiwa di tengah masyarakat.

Ia menilai, peningkatan fasilitas kesehatan harus diikuti perubahan cara pandang masyarakat terhadap pasien dan keluarganya.

“Jangan sampai pintu rumah sakit semakin terbuka, tetapi pintu penerimaan sosial justru masih tertutup,” tegas Sri Sultan.

Sri Sultan juga mengingatkan agar peningkatan kualitas fasilitas dan pengelolaan rumah sakit tidak menghilangkan sentuhan kemanusiaan dalam pelayanan.

Sebab, setiap pasien merupakan manusia yang memiliki keluarga, perjalanan hidup, kecemasan, serta harapan untuk dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik.

Dengan peresmian tiga gedung tersebut, Sri Sultan berharap pelayanan kesehatan jiwa di DIY semakin kuat dan mampu memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari penanganan hingga proses pemulihan pasien serta penerimaan kembali di lingkungan sosial.

( Pay)

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM