![]() |
| Suasana kebahagiaan kepala dinas Kebudayaan Kulonprogo saat unduh mantu./foto.dok.pay / |
KULON PROGO, Cakrainvestigasi.com - Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Joko Mursito, menggelar acara nunggunduh mantu putra-putrinya di Taman Budaya Kulon Progo, Sabtu (31/1/2026), dengan mengusung konsep pendidikan, kebudayaan, dan kepedulian terhadap alam.
Acara ini tidak semata-mata menjadi perayaan keluarga, namun dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus keprihatinan atas kondisi alam yang belakangan sering dilanda bencana seperti tanah longsor dan banjir. Tema alam dipilih sebagai pengingat bahwa salah satu pemicu bencana adalah terganggunya keseimbangan lingkungan.
Dalam konsep tersebut, pihak keluarga juga menghadirkan suasana hutan dan kebun, sebagai refleksi perjalanan hidup almarhum ayah Joko Mursito, Mulyono, yang semasa hidupnya merupakan Polisi Hutan sekaligus pegawai Perhutani di Wonogiri, Jawa Tengah. Nuansa ini dihadirkan sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa beliau.
Baca juga : Kasat Lantas Polresta Sleman Resmi Berganti, AKP Arfita Dewi Jabat Jabatan Baru |
Suasana tempo dulu semakin terasa dengan kehadiran kostum adat kerajaan Kulon Progo zaman dahulu, para guru dan tamu yang berperan sebagai among tamu, serta sajian kuliner tradisional yang disajikan layaknya pasar rakyat. Alunan musik langgam Jawa dan sambutan krumpyung turut menyambut para tamu sejak kedatangan.
Hal unik lainnya, keluarga pengantin tidak menyediakan souvenir berupa benda, melainkan bibit tanaman. Setiap tamu diharapkan menanam bibit tersebut sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan kepedulian lingkungan.
Acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran para seniman dan tokoh budaya Yogyakarta, seperti Pakde Marwoto Kawer, Trio Srundeng, Ari Kanyut, Alif Jabang Bayi, Abah Kirun, dan lainnya, yang berperan sebagai among tamu. Mereka dihadirkan layaknya tradisi masa lalu, saat tamu agung dipercaya membawa berkah bagi kedua mempelai.
Melalui konsep ini, keluarga berharap nilai-nilai pendidikan, kebudayaan, dan harmoni dengan alam dapat terus hidup dan menjadi pesan bagi generasi mendatang. ( Pay ).

Social Header
Berita