| Polres Bantul Apel Gelar Operasi Keselamatan Progo 2026./foto.dok.hms/ |
BANTUL, Cakrainvestigasi.com - Kepolisian Resor (Polres) Bantul resmi memulai Operasi Keselamatan Progo 2026 sebagai langkah strategis menekan angka kecelakaan dan meningkatkan disiplin berlalu lintas di wilayah Bumi Projotamansari. Dimulainya operasi ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Bantul pada Senin (2/2/2026).
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, yang bertindak sebagai pimpinan apel, menegaskan bahwa pengecekan akhir terhadap personel dan sarana prasarana adalah kunci keberhasilan operasi ini.
"Apel gelar pasukan ini merupakan sarana pengecekan akhir terhadap kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana penunjang. Hal ini dilakukan agar seluruh rangkaian operasi berjalan optimal dan mencapai sasaran yang telah ditargetkan," ujar AKBP Bayu dalam amanatnya, Senin (2/2).
Langkah tegas kepolisian ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data analisa dan evaluasi Satlantas Polres Bantul sepanjang tahun 2025, angka pelanggaran di Bantul masih berada di level yang mengkhawatirkan.
Tercatat ada 126.154 pelanggaran yang didominasi oleh 80.388 teguran dan 40.586 tindakan tilang. Lebih tragis lagi, sebanyak 2.230 kasus kecelakaan terjadi sepanjang tahun lalu yang merenggut 149 nyawa.
Operasi Keselamatan Progo 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Sebanyak 240 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Baca juga : Polsek Sleman Amankan Delapan Remaja Diduga Hendak Tawuran di Jalan Parasamya |
Mengenai teknis di lapangan, AKBP Bayu menjelaskan pembagian strategi operasi yang menitikberatkan pada sisi edukasi:
40% Preemtif: Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
40% Preventif: Pengaturan dan penjagaan di titik rawan.
20% Gakkum: Penegakan hukum melalui sistem elektronik (ETLE) dan teguran simpatik.
"Fokus utama petugas adalah menangani segala bentuk potensi gangguan yang dapat memicu kemacetan dan pelanggaran lalu lintas. Kami mengedepankan tindakan yang humanis namun tetap tegas sesuai aturan," tambah Kapolres.
Sebelum mengakhiri arahannya, Kapolres Bantul memberikan empat instruksi khusus bagi personel di lapangan. Ia meminta petugas meniatkan tugas sebagai ibadah, menjaga kesehatan, serta menerapkan buddy system demi keselamatan diri.
Ia juga mewanti-wanti agar tidak ada anggota yang melakukan tindakan kontraproduktif.
"Saya tekankan agar seluruh personel bekerja secara profesional dan humanis. Hindari tindakan yang dapat merusak citra institusi Polri. Publikasikan kegiatan positif agar kepercayaan publik terjaga dan masyarakat teredukasi secara luas," pungkasnya.
Melalui operasi ini, diharapkan tercipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang lebih mantap di wilayah DI Yogyakarta. ( Pay ).
Social Header
Berita