![]() |
| Foto.dandim kulonprogo,ketua panitia jikf dan kepala dinas pariwisata kulonprogo.dok. |
Kulon Progo,Cakrainvestigasi.com – Pelaksanaan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 di kawasan persawahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, dinilai memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Dinas Pariwisata Kulon Progo menyebut event bertaraf internasional tersebut mampu meningkatkan omzet pelaku UMKM sekaligus memperkuat promosi destinasi wisata daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Sutarman, mengatakan kehadiran sekitar 15.000 pengunjung selama penyelenggaraan Road to JIKF 2026 memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.
"Festival yang dilaksanakan di kawasan persawahan Banaran ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan omzet UMKM di Kulon Progo. Dengan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai sekitar 15.000 orang, tentu daya beli masyarakat terhadap produk-produk UMKM ikut meningkat," ujar Sutarman saat dikonfirmasi awak media, Senin ( 6/7).
Menurutnya, manfaat yang dirasakan tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga berdampak besar terhadap promosi pariwisata Kabupaten Kulon Progo. Lokasi penyelenggaraan yang berada di dekat Jembatan Banaran, salah satu destinasi wisata di Kulon Progo, menjadi nilai tambah dalam memperkenalkan potensi daerah kepada wisatawan.
"Kegiatan ini sangat membantu promosi dan branding pariwisata Kulon Progo. Apalagi lokasinya berdekatan dengan Jembatan Banaran yang menjadi salah satu objek wisata unggulan kami," katanya.
Sutarman berharap penyelenggaraan JIKF ke depan dapat terus dikembangkan dan digelar secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.
"Kami berharap JIKF dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Tahun ini sudah dimulai dan dampaknya sangat signifikan. Kami sangat terbantu dengan adanya event seperti ini," ungkapnya.
Untuk mendukung penyelenggaraan berikutnya, Dinas Pariwisata Kulon Progo berkomitmen meningkatkan kesiapan lokasi dan fasilitas agar mampu memberikan kenyamanan lebih bagi wisatawan.
"Ke depan kami akan mempersiapkan venue atau lokasi ini dengan lebih baik lagi sehingga jumlah kunjungan wisatawan bisa terus meningkat," jelasnya.
Selain meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, JIKF juga dinilai menjadi media promosi yang efektif bagi destinasi wisata Kulon Progo di tingkat internasional. Kehadiran peserta dari 17 negara dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata daerah kepada dunia.
"Tidak hanya UMKM yang merasakan manfaatnya, tetapi destinasi wisata di Kulon Progo juga semakin dikenal. Dengan hadirnya peserta dari 17 negara, event ini menjadi sarana promosi yang sangat efektif untuk memperkuat branding pariwisata Kulon Progo di tingkat internasional," pungkas Sutarman.
( Pay )

Social Header
Berita