![]() |
| Launching sppg Yayasan Ganesha persada di Kalirejo, Bagelen./foto.dok,bs/ |
PURWOREJO, CakraInvestigasi.com -
Grand Opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Ganesha Persada yang berlokasi di Desa Kalirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, berlangsung lancar pada Selasa (27/1/2026).
Ketua Yayasan Ganesha Persada, Untung Budi Ribowo, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kalirejo. Ia berharap kehadiran SPPG tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Alhamdulillah acara launching MBG berjalan lancar. Semoga SPPG Desa Kalirejo bisa bermanfaat untuk banyak orang dan pelaksanaannya sesuai SOP. Ini adalah program mulia dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, sehingga harus kita jalankan dengan baik,” ujarnya.
Budi Ribowo menjelaskan, Yayasan Ganesha Persada saat ini mengelola 21 titik SPPG, dengan 14 SPPG telah resmi beroperasi, sementara 7 titik lainnya masih dalam proses persiapan. Khusus SPPG Kalirejo, pihaknya menargetkan 2.840 penerima manfaat.
“Harapannya, dengan program MBG ini ribuan anak di wilayah Bagelen bisa tercover makanan bergizi saat jam makan di sekolah,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, SPPG Bagelen melibatkan masyarakat setempat. Sebanyak 80 persen relawan berasal dari warga sekitar, dengan total 45 relawan, 5 staf, dan 1 Kepala SPPG. Selain itu, Yayasan juga menggandeng pelaku UMKM lokal untuk menyuplai kebutuhan dapur seperti beras, telur, dan kue.
Baca juga : Kejari Sleman Fasilitasi Restorative Justice Kasus Penjambretan Berujung Tewasnya Dua Orang |
“Kami juga bekerja sama dengan Murni Bakery, yang anggotanya merupakan penyandang disabilitas. Ini bagian dari upaya saling membantu dan menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Bidang Keuangan Badan Gizi Nasional (BGN), Kolonel (Purn) Kuswanto, menyampaikan bahwa SPPG Kalirejo merupakan SPPG perdana di Kecamatan Bagelen.
“Dengan perjuangan yang tidak kenal menyerah, akhirnya SPPG ini bisa diresmikan. Kami berharap dapur MBG ini membawa manfaat besar bagi warga Bagelen dan sekolah-sekolah di sekitarnya, sehingga cita-cita Indonesia Emas dapat segera terwujud,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sejak pertengahan Desember 2025, portal pendaftaran dapur SPPG telah ditutup karena jumlah pendaftar yang sangat tinggi dan masih membutuhkan proses verifikasi serta pendataan.
“Target tahun 2026, sebanyak 82,9 juta penerima manfaat di 35 ribu dapur bisa terpenuhi. Dampaknya luar biasa, ekonomi bergerak dan sektor pertanian ikut berjalan,” paparnya.
Kuswanto menambahkan, saat ini tim monitoring telah memantau sekitar 21.500 dapur, dengan 19.000 dapur telah operasional. Untuk Kabupaten Purworejo sendiri, terdapat 40 dapur SPPG yang sudah berjalan, sementara jumlah pendaftar mencapai sekitar 104 titik.
“Kami berkolaborasi dengan Korcam dan Korwil untuk mengecek titik-titik yang belum bergerak, agar tidak menghambat pendirian SPPG dan anak-anak bisa segera menerima manfaat,” tegasnya.
Ia juga mengimbau agar setiap permasalahan terkait program MBG diselesaikan melalui musyawarah.
“Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama. Jangan sedikit-sedikit curhat di media sosial. Rembukan yang baik, cek dan ricek dulu,” pesannya.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa fasilitas dapur SPPG Kalirejo telah memenuhi standar.
“Peralatan sudah lengkap, bahan juga tersedia. Saya sudah melihat langsung dan berkeliling. Insya Allah sudah standar dan semoga pelaksanaannya nanti sesuai SOP,” pungkasnya. ( */ BS )

Social Header
Berita