Berita

Breaking News

GeBUKK Resmi Dibentuk di Yogyakarta: Siap Hadapi Ketidakadilan, Dorong Keadilan Bagi Masyarakat Terzalimi

GeBUKK Resmi Dibentuk di Yogyakarta: Siap Hadapi Ketidakadilan,/ foto.dok.umar/


YOGYAKARTA,Cakrainvestigasi.com  – Gerakan Rakyat Bersatu untuk Keadilan dan Kemanusiaan (GeBUKK) secara resmi berdiri pada hari Sabtu (7/2/2026) di Yogyakarta, menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang merasa terzalimi oleh praktik ketidakadilan di berbagai sektor. 

Gerakan ini menyatukan berbagai organisasi masyarakat (ormas), komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta elemen norma sosial lokal seperti FMM, GRS, Sniper, Merkade, dan Atmo5.

Sebagai inisiator terbentuknya GeBUKK, Bang Bernad Jogja mengungkapkan bahwa dinamika terkini di Jawa khususnya Yogyakarta menjadi dasar utama untuk menggandeng berbagai pihak untuk bersatu. 

Menurutnya, banyak kasus yang menunjukkan ketidakadilan, seperti aset kreditur senilai Rp1 miliar yang hanya dilelang dengan nilai Rp480 juta, padahal debitur siap melunasi hingga Rp500 juta. 

Ada juga kasus dimana utang pokok tinggal Rp200 juta, namun agunan bernilai Rp1,5 miliar dinilai hanya Rp750 juta.

"Kondisi ini tidak hanya karena sistem, melainkan lebih pada kepentingan pribadi oknum perbankan yang bekerja sama dengan pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan tanah di Yogyakarta yang memiliki nilai jual tinggi," jelas Bernad disela Launching GeBUKK di Pondok Makan Kedapi.

Ia menambahkan bahwa banyak pihak yang tertarik untuk berkolaborasi dengan oknum tersebut untuk menangkap objek kredit yang macet, hal itulah yang menjadi dasar dorongan dirinya melahirkan gerakan ini untuk melawan praktik kapitalis yang merugikan rakyat kecil.

Sementara itu Ketua GeBUKK, Waljito, menyampaikan bahwa terbentuknya gerakan ini diharapkan dapat menjadi wadah yang handal untuk memberikan pendampingan dan advokasi kepada masyarakat. 


Baca juga : Pergantian Petugas TPR, PAD Pariwisata Gunungkidul Alami Peningkatan | 

"Kita tidak hanya fokus pada kasus sita-lelang perbankan, melainkan juga akan menangani isu-isu seperti mafia tanah, mafia perbankan, serta ketidakadilan dalam proses penegakan hukum lainnya," ujarnya.

Waljito menjelaskan bahwa kombinasi kekuatan dari berbagai elemen masyarakat membuat GeBUKK memiliki potensi besar untuk menjadi suara bagi yang tidak punya suara. 

"Kita berkomitmen untuk membantu masyarakat sekaligus menciptakan rasa keadilan yang sesungguhnya di Yogyakarta yang kaya akan nilai budaya ini," tambahnya. 

Saat ini, pihaknya tengah menyusun rencana langkah awal, termasuk sosialisasi kepada masyarakat dan pembangunan kerja sama dengan pihak hukum serta lembaga advokasi terkait untuk memperjuangkan perubahan secara hukum dan damai.

Hal senada disampaikan Chang Wendryanto, SH selaku Ketua Tim Advokasi GeBUKK yang menyatakan siap memerangi praktik mafia yang selama ini merugikan masyarakat, serta bersama GeBUKK akan memberikan keadilan bagi masyarakat yang terzalimi.

"Kita akan bersama-sama memerangi praktik mafia dan memberikan keadilan bagi masyarakat," katanya.

Saat ini Gerakan Rakyat Bersatu untuk Keadilan dan Kemanusiaan (GeBUKK) telah membuka HotLine nomor aduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan ataupun terzalimi 0817191973. (*) 

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM