![]() |
| Satgas TMMD saat pengeboran sumur./foto.dok.pendim/ |
KEPULAUAN ARU, Cakrainvestigasi.com - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1503/Tual terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat.
Sejumlah kegiatan yang tengah dilakukan saat ini di Kabupaten Kepulauan Aru, adalah pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dan pemboran air bersih.
Hingga hari Jumat, 20 Pebruari 2026, Satgas Kodim 1503/Tual telah menunjukkan progres signifikan yang menyentuh langsung jantung kebutuhan warga di wilayah berjuluk Bumi Jargaria Sakwarisa Indah Lestari itu.
Dandim 1503/Tual Letnan Kolonel Infanteri (Letkol Inf), Andi Agussalim, S.I.P., M.I.P selaku Dansatgas TMMD ke-127 saat meninjau langsung progres pekerjaan yang menjadi target TMMD di Kepulauan Aru Kamis kemarin mengatakan, kegiatan TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026 merupakan program rutin yang dilaksanakan atas kerja sama TNI dengan Pemerintah Daerah, dan berlangsung secara serempak di seluruh Indonesia, termasuk salah satunya di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Jadi kita ada sasaran fisik berupa Pembangunan Rumah Layak Huni, kemudian pembangunan MCK dan pembangunan Sumur Bor. Di Pulau Wamar Kecamatan Pulau - pulau Aru ini ada lima sasaran titik dan di Pulau Longgar Apara Kecamatan Aru Tengah Timur ada tiga titik,” Jelas Dandim.
Kemudian untuk sasaran non fisik, Lanjut Dandim, akan dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat secara umum, yaitu berupa penyuluhan terkait masalah Stunting, terkait bahaya Narkoba, Wawasan Kebanggsaan dan kerukunan umat beragama, termasuk kegiatan penanaman pohon secara serentak dalam rangka melestarikan lingkungan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Aru.
Baca juga : Dandim 0707/Wonosobo Resmikan Kompi Produksi, Dukung Swasembada Pangan Nasional
“Untuk rata-tata keseluruhan sekarang mungkin berkisar 20-30 Persen. Kalau untuk titik pengeboran (Sumur Bor) semuanya sudah ketemu sumber air, tinggal pembuatan dudukun tandon air dan instalasi airnya,” Jawab Dandim atas pertanyaan Wartawan terkait persentase progres pekerjaan di lapangan.
Terkait kendala-kendala di lapangan, Dandim menjelaskan bahwa waktu koordinasi awal dengan pemerintah daerah ada beberapa titik sasaran yang berubah sesuai keinginan pemerintah daerah sehingga progres pembangunan rumah sediki mengalami keterlambatan, namun bagi dirinya hal tersebut tidak menjadi suatu kendala yang berarti. Ia sangat optimis, dengan adanya semangat gotong royong antara TNI Polri dan masyarakat, target 30 hari pekerjaan, mereka akan menyelesaikannya tepat waktu.
Harapannya, dalam waktu 30 hari pekerjaan, progres TMMD bisa diselesaikan sesuai target yang sudah ditentukan. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dan masukan dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kelurahan, sehingga diharapkan tepat sasaran, karena TNI tidak menentukan lokasi sasaran secara sepihak.
“Terkait mobilisasi bahan, khususnya di areal Pulau Wamar ini tidak ada kendala, untuk di Longgar Apara sedang proses pembuatan, (perakitan ramuan rumah), kayu-kayu sudah dalam pembuatan dari sini (Makoramil Dobo), sehingga harapannya saat tiba di Longgar Apara sudah tinggal pemasangan saja,” Jelasnya.
Lebih lanjut Dandim menjelaskan bahwa pelaksanaan Kegiatan TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026 ini dilaksanakan melalui shering dana antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru dengan pihak TNI. Anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Kepulauan Aru yang di khususkan untuk pekerjaan fisik, kurang lebih sekitar 1 Miliar, sementara untuk anggaran makan dan minum Personil TMMD serta kebutuhan lainnya selama pekerjaan fisik berlangsung, ditanggung oleh pihak TNI.
(Nus Yerusa)



Social Header
Berita