![]() |
| Foto.proyek irigasi.dok. |
Situbondo,Cakrainvestigasi.com - Lagi-lagi proyek P3-TGAI dari balai besar Brantas menuai sorotan dari Aktivis LSM Teropong Wahyudi beserta tim karena diduga sarat pelanggaran.
Saat ke lokasi, Aktivis LSM Teropong ditemui oleh Jan selaku ketua Hippa desa Battal, kecamatan Panji, Situbondo.
Kar memberikan penjelasan kepada aktivis LSM Teropong, "pekerjanya berasal dari sekitar desa Battal mas, papan informasinya masih mau dipasang, volume pengerjaan 250 meter, TPMnya perempuan", jelasnya ,Minggu ( 11/7).
Dalam stetmen pandangan aktivis LSM Teropong Wahyudi menjelaskan, "ada sekitar 40 titik di kabupaten Situbondo, proyek P3-TGAI dari balai besar Brantas per titik dianggarkan 195 juta rupiah, volume 250 meter - 275 meter, salah satunya yang ada di desa Battal, kecamatan Panji, khusus P3-TGAI desa Battal pelanggarannya, dikerjakan saat air menggenang, diduga tidak ada fondasinya, diduga tidak ada surduk galian C (untuk material batu dan pasir), tidak ada K3, dicampur manual semen dan pasir (mesin molen tidak ada), papan informasi tidak ada, TPM, Asta tidak ada di lokasi, atas temuan hari ini Sabtu, 11 Juli 2026 saya bersama tim akan melaporkan ke pihak-pihak terkait, kalau perlu juga ke APH terkait dugaan indikasi perbuatan melawan Hukum untuk penyerapan anggarannya apakah sidah sesuai Rab, juklak, juklis".
Proyek P3-TGAI sangat bermanfaat bagi petani dalam kelancaran irigasi persawahan.
Sampai berita ini pihak kades Battal, TPM, Asta masih belum bisa dikonfirmasi.
Aktivis LSM Teropong Wahyudi menyayangkan kinerja Asta dan TPM yang tidak ada di lokasi dan diduga lemah dalam pengawasan saat pengerjaan proyek di lokasi.
Pewarta : tim

Social Header
Berita