Berita

Breaking News

Pemerintah Sleman dan Kominfo Gelar Pers Tour, Angkat Kembali Budaya Klinting Ngawen yang Hampir Punah

Pembuatan  Klinting di Padukuhan Ngawen yang Hampir Punah. / Foto.dok/pay.cakrwinvestigasi.com/


SLEMAN, Cakrainvestigasi.com — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kominfo Sleman bersama insan media menggelar pers tour dengan fokus memperkenalkan proses pembuatan klinting berbahan dasar kuningan di Padukuhan Ngawen, Kalurahan Sidokarto, Kapanewon Godean, Sabtu (28/11).

Sentra kerajinan cor kuningan yang dahulu menjadi tumpuan ekonomi warga Ngawen kini tinggal menyisakan sedikit pengrajin. Dari puluhan perajin yang pernah aktif, hanya beberapa orang saja yang masih bertahan.

Salah satunya adalah Mulyadi (60), pengrajin klinting yang meneruskan usaha keluarganya sejak 1988. Ia mengenang masa kejayaan kerajinan kuningan Ngawen yang sempat mencapai puncak pada awal tahun 2000-an.

“Dulu ada puluhan. Sekarang tinggal dua saja di lokasi ini,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga : Densus 88 AT Polri, Disdik, dan KPAID Sinergi: Latih Kepala Sekolah dan Guru BK Deteksi Dini Radikalisme di Yogyakarta 

Mulyadi menceritakan bahwa kerajinan kuningan di Ngawen awalnya tumbuh sebagai kegiatan mengisi waktu luang warga, sebelum akhirnya menjadi tradisi turun-temurun. Permintaan klinting—lonceng kecil untuk perlengkapan kesenian jathilan, gedruk, hingga topeng—pernah membludak.

“Awal 2000-an itu mas jayanya. Banyak pesanan yang masuk,” kenangnya.

Namun pandemi beberapa tahun lalu mempercepat kemunduran sentra kerajinan ini. Ketiadaan pengepul dan meningkatnya biaya produksi membuat pasar semakin sempit.

“Pasarnya sudah enggak ada,” ungkapnya.

Meski demikian, Mulyadi tetap bertahan berkat pemasaran daring yang kini menjadi satu-satunya jalur penjualan. Bersama istri dan anaknya, ia masih memproduksi klinting secara tradisional, mulai dari membuat model lilin, mencetak dengan tanah liat, proses pembakaran, pengecoran kuningan cair, penyambungan, hingga finishing menggunakan mesin bubut. Saat ini ia mampu menghasilkan sekitar 50 kodi per minggu untuk ukuran kecil, dengan harga jual sekitar Rp75.000 per kodi.

Proses finishing Pembuatan Klinting di Padukuhan Ngawen, Sidokarto, Godean. 


Sementara itu Dukuh Ngawen menambahkan bahwa sebelum pandemi, jumlah pengrajin mencapai puluhan orang. Namun kini hanya tersisa 6–7 perajin yang masih bertahan.

“Warga yang membuat klinting sekarang mengandalkan penjualan online. Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu pemasaran, terutama melalui media sebagai corong informasi,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Kominfo menegaskan komitmennya untuk membantu promosi para pengrajin klinting di Ngawen. Salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas AMIKOM Yogyakarta.

“Pemkab Sleman telah bekerja sama dengan AMIKOM agar dapat membantu pembuatan konten promosi untuk para pengrajin,” terang perwakilan Pemkab Sleman.

Kegiatan pers tour ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kejayaan budaya klinting Ngawen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pengrajin lokal. ( Pay ).

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM