![]() |
| Cungkup Makan Kyai Irsyad Pembuat Bedug Terbesar Didunia di Pugar./dok.bs.cakrainvestigasi.com/ |
PURWOREJO,Cakrainvestigasi.com - Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) merehabilitasi makam Kyai Irsyad yang berada di kompleks Makam Umum Solotiyang, Desa Maron, Kecamatan Loano.
Rehabilitasi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap tokoh sejarah pembuat Bedug Pendowo, yang diyakini sebagai bedug terbesar di dunia dan kini berada di Masjid Darul Muttaqin Purworejo.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, menjelaskan bahwa Kyai Irsyad memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi Purworejo. Pasalnya, Bedug Pendowo dibuat dari satu batang pohon jati utuh berukuran sangat besar, yang tidak semua daerah maupun negara mampu memilikinya.
Bukan hanya soal ukuran, tetapi nilai sejarahnya sangat kuat. Bedug sebesar itu dibuat dari satu batang pohon jati, dan Kyai Irsyad adalah sosok pembuatnya. Itu yang menjadikan beliau tokoh penting dalam sejarah kebudayaan Purworejo,” jelas Dyah, saat ditemui dikantornya, Kamis (8/1/2026).
Rehabilitasi makam dilakukan dengan pembangunan joglo atau cungkup berukuran 14 x 14 meter, lengkap dengan pagar, dengan total nilai hibah sebesar Rp567 juta. Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat setempat.
Baca juga : Patra Padi Gelar Haul ke-171 BPH Diponegoro di Tegalrejo Yogyakarta |
Dyah Woro menambahkan, dalam proses rehabilitasi tersebut, pihak keluarga Kyai Irsyad menghendaki agar kijing makam tetap menggunakan yang lama sebagai bentuk pelestarian nilai historis. Namun, keluarga juga meminta penambahan ornamen berbentuk bedug di area makam sebagai ciri khas dan penguat identitas Kyai Irsyad sebagai pembuat Bedug Pendowo.
“Awalnya dalam anggaran termasuk rehabilitasi kijing, tetapi keluarga menginginkan kijing lama tetap dipertahankan. Sebagai gantinya, ditambahkan ornamen bedug agar menjadi penanda sejarah,” ungkapnya.
Pengajuan rehabilitasi makam ini berasal dari masyarakat melalui Pemerintah Desa Maron.
Proses pencairan dana dilakukan dari BPKPAD ke kas desa, dengan pengawasan dan monitoring evaluasi (monev) yang melibatkan OPD terkait serta pihak kecamatan.
Ke depan, keberadaan makam Kyai Irsyad diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata budaya dan religi di Purworejo.
Dyah menyebutkan bahwa makam ini berpotensi menjadi titik informasi (hub) sejarah, khususnya terkait Bedug Pendowo dan tokoh-tokoh bersejarah lainnya di kawasan tersebut.
“Harapannya nanti bisa dirangkai menjadi paket wisata budaya atau wisata religi di tengah kota. Ada Bedug Pendowo, ada Kyai Irsyad, makam tokoh lain, sehingga ceritanya menjadi utuh dan kuat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penuturan sejarah nantinya akan melibatkan keluarga besar Kyai Irsyad serta Pemerintah Desa setempat yang memiliki cerita sejarah yang kuat dan berkesinambungan.
Adapun kayu jati yang digunakan untuk membuat Bedug Pendowo diketahui berasal dari Desa Bragolan, Kecamatan Purwodadi.( BS ).

Social Header
Berita