Berita

Breaking News

Operasi Keselamatan Progo 2026 Ditutup, Polres Bantul Catat 2.560 Pelanggaran dan 68 Kecelakaan

Operasi Keselamatan Progo 2026 Polres Bantul./foto.dok.hms/


BANTUL, Cakrainvestigasi.com – resmi menutup pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Dalam periode tersebut, tercatat 2.560 pelanggaran lalu lintas terjadi di wilayah hukum Kabupaten Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa seluruh pelanggaran dalam operasi kali ini tidak dikenai sanksi tilang, melainkan diberikan teguran sebagai bentuk pendekatan edukatif kepada masyarakat.

“Operasi ini lebih mengedepankan upaya preventif dan edukatif, bukan semata-mata penindakan hukum,” ujarnya.

Didominasi Pelanggaran Pengendara Roda Dua

Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pengendara kendaraan roda dua. Beberapa jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan petugas di lapangan antara lain:

  • Ketidaklengkapan komponen kendaraan
  • Tidak menggunakan helm berstandar SNI
  • Melawan arus lalu lintas
  • Pengendara di bawah umur

Menurut Iptu Rita, pelanggaran tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

68 Kasus Kecelakaan Selama Operasi

Meski fokus pada edukasi dan pencegahan, angka kecelakaan lalu lintas selama operasi masih menjadi perhatian. Tercatat sebanyak 68 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Bantul sepanjang pelaksanaan operasi.

Hal ini menjadi indikator bahwa kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas masih perlu terus ditingkatkan.


Baca juga : Gerombolan Bersenjata Celurit Serang Warga Canden, 10 Pelaku Diamankan Polres Bantul 

Edukasi Masif Jelang Ramadan dan Idulfitri

Operasi Keselamatan Progo 2026 dilaksanakan sebagai bagian dari cipta kondisi menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi ini juga menjadi tahapan awal sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan berbagai langkah preemtif dan preventif, seperti:

  • Sosialisasi langsung di lampu merah dan pusat keramaian
  • Pembagian brosur, stiker, dan leaflet
  • Pemasangan pamflet berisi imbauan tertib berlalu lintas

Operasi ini mengusung tema mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).

Sebagai informasi, Operasi Keselamatan 2026 digelar serentak oleh seluruh Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia guna meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam berlalu lintas.

“Harapannya, aktivitas ibadah dan arus mudik nantinya dapat berjalan aman, nyaman, dan selamat tanpa kendala berarti di jalan raya,” pungkas Iptu Rita.

( */Pay )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM