![]() |
| Ilustrasi dua buah clurit |
YOGYAKARTA, Cakrainvestigasi.com – Dua pelajar mengalami luka serius akibat bentrokan yang terjadi di Jalan Ki Mangun Sarkoro, wilayah Pakualaman, Kota Yogyakarta, Rabu (24/3) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di depan SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Kedua korban diketahui berinisial AP (18), warga Mergangsan, dan RA (17), warga Depok, Sleman.
AP mengalami luka bacok di bagian pundak kiri, lengan kanan dan kiri, serta jempol tangan kanan. Sementara RA mengalami luka bacok di bagian dada kiri hingga menembus paru-paru. Keduanya sempat mendapatkan perawatan di RSUD Wirosaban dan RS Pratama Yogyakarta, sebelum salah satu korban dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta karena luka yang cukup serius.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda R. Anton Budi Susilo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa awalnya pihak kepolisian menerima laporan dari rumah sakit terkait pasien yang diduga korban kecelakaan lalu lintas. Namun setelah dilakukan pengecekan, ditemukan adanya korban dengan luka akibat senjata tajam yang diduga terkait aksi perkelahian.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa korban mengalami luka akibat benda tajam dan diduga terlibat dalam bentrokan,” ujarnya, Rabu ( 25/3).
Dari hasil keterangan sementara, bentrokan diduga telah direncanakan sebelumnya. Kedua kelompok disebut telah sepakat untuk bertemu di lokasi guna melakukan aksi perkelahian atau “gladiator”.
Polisi juga mengungkap bahwa para korban diduga membawa senjata tajam jenis celurit saat kejadian. Dari lokasi dan hasil pemeriksaan, petugas mengamankan dua bilah celurit.
Kasus tersebut kini ditangani oleh Polresta Yogyakarta untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Aparat kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya pendataan saksi dan korban, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, untuk tidak terlibat dalam aksi kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Selain itu, aparat akan meningkatkan patroli di jam-jam rawan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Yogyakarta.
( Pay )

Social Header
Berita