Berita

Breaking News

Libur Lebaran 2026, Sleman Targetkan 250–400 Ribu Pergerakan Wisatawan

Kus Endarto saat menyampaikan pergerakan wisatawan di sleman saat jumpa pers di Rumah dinas Bupati/foto.dok/



SLEMAN,Cakrainvestigasi.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Kabupaten Sleman mencatat pergerakan wisatawan hingga 9 Maret 2026 mencapai 955.748 kunjungan, yang didominasi wisatawan nusantara sebesar 98,93 persen atau sekitar 945.493 pergerakan.

Kepala Bidang di Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, menyebut sebagian besar wisatawan berasal dari Pulau Jawa, terutama dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

“Destinasi yang paling banyak dikunjungi antara lain kompleks candi yang dikelola PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko sebesar 23,32 persen, kemudian jip atau Lava Tour di kawasan Gunung Merapi sebesar 15,34 persen, serta kawasan wisata Kaliurang sebesar 9,74 persen,” ujarnya.

Dari sisi pendapatan, sektor pariwisata pada 2026 ditargetkan menyumbang 22,61 persen atau sekitar Rp387,2 miliar dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sleman sebesar Rp1,712 triliun. Hingga 31 Januari 2026, realisasi PAD pariwisata tercatat sekitar Rp45,54 miliar atau 11,76 persen dari target.


Baca juga : 305 Ribu Tiket KA Lebaran dari Daop 6 Yogyakarta Sudah Terjual 

Sementara itu, memasuki libur Lebaran 2026, Dinas Pariwisata Sleman memperkirakan akan terjadi 250.000 hingga 400.000 pergerakan wisatawan pada periode 14–29 Maret 2026. Wisatawan diperkirakan masih didominasi pengunjung dari Pulau Jawa.

Rata-rata pengeluaran wisatawan selama libur Lebaran diperkirakan berkisar Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta, dengan komponen terbesar pada akomodasi, makan minum, tiket masuk objek wisata, serta belanja oleh-oleh. Lama tinggal wisatawan diprediksi sekitar 1,75 hingga 2 hari, dengan tingkat okupansi hotel antara 45 hingga 60 persen.

Untuk mendukung kelancaran wisata saat Lebaran, Dinas Pariwisata Sleman telah menyiapkan sejumlah langkah, antara lain penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE), koordinasi dengan instansi keamanan dan kebencanaan, serta penambahan petugas retribusi di gerbang Kawasan Wisata Kaliurang.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai atraksi seni tradisional seperti jathilan, kubro siswo, dan campursari yang akan digelar di beberapa titik wisata pada 22, 23, 24, dan 29 Maret 2026 guna menarik minat wisatawan selama libur Lebaran.

( Pay )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM