![]() |
| Foto.Ratusan Warga Antusias Berebut Gunungan Ketupat di Deresan/dok./ |
BANTUL ( Cakrainvestigasi.com ) – Ratusan warga Padukuhan Deresan, Kalurahan Ringinharjo, Bantul, antusias mengikuti tradisi Garebeg Gunungan Ketupat yang digelar Sabtu malam (21/3/2026) dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Tradisi tahunan yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas nikmat, ketenteraman, dan hasil bumi, sekaligus penutup rangkaian ibadah Ramadan.
Acara diawali dengan prosesi adat yang dikawal Bregada Prajurit Cokro Joyo, dilanjutkan laporan Panji I kepada Pangarsa Upacara, serta penyerahan tumpeng oleh Kepala Dukuh Deresan. Kegiatan juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin Kyai Imam Solikhin.
Usai doa, gunungan ketupat langsung diperebutkan warga. Masyarakat meyakini uba rampe gunungan tersebut membawa berkah.
Selain itu, dilakukan pula ritual siraman Pohon Beringin Kyai Daruno Mulyo, yang merupakan pemberian Kraton Yogyakarta sebagai pengganti pohon beringin lama yang tumbang pada 2005.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengapresiasi masyarakat Deresan yang tetap konsisten melestarikan tradisi budaya.
“Tidak semua daerah mampu menjaga tradisi seperti ini di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Tokoh masyarakat setempat, Mas Bekel Atmo Yasinto, menyebutkan nama Deresan berasal dari kata “nderes” (mengaji) pada masa dakwah Sunan Kalijaga, serta versi lain dari profesi warga sebagai penderes kelapa.
Acara ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta abdi dalem Kraton Yogyakarta.
( PAY )

Social Header
Berita