![]() |
Foto.Koperasi Merah Putih Sucenjurutengah Gelar RAT Perdana.dok.bs. |
PURWOREJO, Carkainvestigasi.com - Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sucenjurutengah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-1 Tahun Buku 2025 pada Selasa (31/3/2026) di Aula Kelurahan Sucenjurutengah.
Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo, Asmo Widi, Badan Anggota (BA) KKMP Sucenjurutengah Dwi Jonarko, pengawas koperasi yang dijabat oleh Lurah Sucenjurutengah, serta ketua, pengurus, dan anggota koperasi.
Dalam pemaparannya, pengurus menyampaikan bahwa koperasi telah berjalan kurang lebih satu tahun sejak berdiri pada 20 Juni 2025. Namun hingga saat ini, aktivitas usaha belum dapat berjalan.
“Jumlah anggota saat ini sebanyak 14 orang dengan total kas sementara Rp500 ribu yang berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib,” ungkap pengurus dalam forum RAT.
Belum berjalannya kegiatan usaha tersebut disebabkan belum adanya bangunan fisik koperasi. Kendala utama yang dihadapi adalah persoalan regulasi lahan yang hingga kini masih dalam proses penyelesaian.
Sementara itu, pengawas koperasi menilai bahwa kinerja pengurus masih belum optimal, terutama dalam hal intensitas rapat dan aktivitas organisasi. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh belum tuntasnya persoalan lahan.
Meski demikian, pemerintah kelurahan bersama pihak terkait disebut terus berupaya mencari solusi. Bahkan, lokasi lahan untuk pembangunan koperasi telah disepakati, yakni berada di seberang jalan lapangan Sucenjurutengah.
Langkah selanjutnya adalah pengukuran lokasi dan pengurusan perizinan ke Pemerintah Kabupaten Purworejo,” jelas pengawas.
Dalam sesi tanya jawab, tidak terdapat masukan maupun tanggapan dari anggota. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus dan pengawas pun disahkan dan diterima oleh forum.
Untuk rencana tahun 2026, koperasi belum dapat menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) karena belum adanya Sisa Hasil Usaha (SHU). Saat ini kondisi keuangan masih sepenuhnya bergantung pada simpanan anggota.
Meski demikian, sejumlah program strategis mulai dirancang, di antaranya penggabungan layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui platform Silaku, serta rencana kerja sama dengan pihak ketiga penyedia layanan internet bernama Starlight.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi koperasi.
Di akhir rapat, pengurus menyampaikan harapan agar jumlah anggota terus bertambah dan koperasi dapat segera beroperasi secara optimal serta berkembang di masa mendatang.
( BS )

Social Header
Berita