![]() |
| Foto. Setelah Peletakan Batu Pertama Masjid Baitussalam RT 02/01 Serut, Simbol Kebersamaan di Perbatasan.dok.pay |
GUNUNGKIDUL,Cakrainvestigasi.com – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitussalam yang berlokasi di RT 02/01, Padukuhan Serut. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga dalam mewujudkan sarana ibadah yang representatif sekaligus mempererat tali silaturahmi lintas wilayah. Bangunan sendiri berdiri diatas tanah Wakaf dari keluarga ibu Sumini dari wilayah Gayamharjo dengan nomer sertifkat NIB ; 13.02.000025179.0
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya perwakilan Polres Gunungkidul, Koramil Gedangsari, Pemerintah Kapanewon Gedangsari, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Turut hadir pula perwakilan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) baik dari tingkat kabupaten maupun ranting.
Menariknya, karena letak Padukuhan Serut berada di kawasan perbatasan antarprovinsi, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah kepala desa dari wilayah sekitar, yakni Lurah Serut Sugiyanta, Lurah Kerten (Gantiwarno, Klaten), serta Lurah Gayamharjo (Sleman). Kehadiran lintas daerah ini menjadi simbol kuatnya persatuan dan sinergi antarwilayah.
Dalam sambutannya, Lurah Serut, Sugiyanta, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan semua pihak terhadap pembangunan Masjid Baitussalam. Ia berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
“Pembangunan Masjid Baitussalam ini adalah wujud kebersamaan dan gotong royong warga. Kami berharap masjid ini kelak menjadi pusat syiar Islam, mempererat ukhuwah, serta membentuk generasi yang berakhlak mulia,” ujar Sugiyanta.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kapanewon Gedangsari juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan masjid tersebut. Dalam pesannya, pemerintah kapanewon mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan turut berkontribusi dalam proses pembangunan.
“Kami mengapresiasi inisiatif dan semangat gotong royong masyarakat. Semoga pembangunan Masjid Baitussalam ini berjalan lancar dan menjadi amal jariyah bagi kita semua. Mari kita jaga kerukunan dan kebersamaan, terlebih di wilayah perbatasan seperti ini,” ungkapnya.
Acara peletakan batu pertama berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan, ditandai dengan doa bersama serta prosesi simbolis peletakan batu oleh para tokoh yang hadir.
Dengan dimulainya pembangunan Masjid Baitussalam ini, masyarakat berharap ke depan akan terwujud tempat ibadah yang nyaman, sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan yang membawa manfaat luas bagi warga sekitar.
( Pay )

Social Header
Berita