![]() |
| Foto.polisi saat memintai keterangan.dok.hms. |
BANTUL, cakrainvestigasi.com – Kepolisian Resor Bantul terus mendalami kasus dugaan pencurian sepeda ontel yang melibatkan remaja berinisial ANY (17) di Jalan Imogiri Barat, Dusun Ngoto, Bangunharjo, Sewon. Selain kasus pencurian, pelaku juga diduga mengonsumsi obat terlarang jenis “pil sapi”.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan ANY dijadwalkan menjalani pemeriksaan intensif oleh Satuan Reserse Narkoba pada Kamis (16/4/2026) untuk menelusuri asal-usul obat tersebut.
“Hari ini terduga pelaku ANY diperiksa di Satresnarkoba Polres Bantul. Fokus penyidik untuk mengetahui dari mana yang bersangkutan mendapatkan pil sapi,” ujar Rita.
Peristiwa bermula pada Selasa (14/4) pagi saat saksi, Teguh Suroso, mengantar ANY ke Terminal Giwangan dengan tujuan pulang ke Magelang. Namun sekitar pukul 11.00 WIB, ANY justru ditemukan warga di Dusun Ngoto sedang mencoba mengambil sepeda ontel yang terparkir.
Warga yang curiga langsung mengamankan pelaku. Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Sewon datang ke lokasi untuk menghindarkan ANY dari amukan massa dan membawanya ke kantor polisi.
Saat pemeriksaan awal, polisi mengalami kendala karena ANY sulit diajak berkomunikasi. Ia tampak linglung dan bicaranya tidak terarah, sehingga diduga berada di bawah pengaruh obat.
“Saat dimintai keterangan di Polsek, yang bersangkutan tidak bisa berkomunikasi dengan baik, diduga masih dalam pengaruh obat-obatan,” jelas Rita.
Karena masih di bawah umur dan terdapat indikasi penyalahgunaan obat, Polres Bantul akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul untuk penanganan lebih lanjut.
“Setelah pemeriksaan selesai, yang bersangkutan akan kami serahkan ke BNNK Bantul untuk menentukan langkah lanjutan, apakah rehabilitasi atau penanganan lain sesuai ketentuan,” tambahnya.
Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda ontel serta menghubungi pihak keluarga ANY di Magelang guna proses pendampingan.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial, sekaligus menyoroti pentingnya pengawasan terhadap peredaran obat-obatan berbahaya di kalangan remaja.
( Pay )

Social Header
Berita