![]() |
| Foto.proyek pembangunan sppg.dok. |
PURWOREJO,Cakrainvestigasi.com - Kematian seorang pengawas proyek pembangunan SPPG Yayasan Khoirul Umah di Desa Bayan,Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah Selasa malam 7/4/2026 mulai memunculkan sejumlah kejanggalan yang mengundang pertanyaan publik
Korban dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 21.00 WIB di lokasi proyek yang berada di jalur strategis Jalan Raya Purworejo~Kutoarjo.
Namun hingga kini, penyebab kematian korban justru simpang siur
Di satu sisi, muncul dugaan kuat korban tewas akibat tersengat listrik saat berada di area proyek. Keterangan ini berasal dari rekan korban yang pertama kali membawanya ke rumah sakit
Bagian kendaraan di RS Palang Biru Kutoarjo, membenarkan bahwa dirinya mengantar jenazah korban ke Madiun. Ia menyebut, korban dibawa ke rumah sakit oleh rekannya dalam kondisi telah meninggal dunia.
Menurut keterangan,korban meninggal karena kesetrum. Saya mengantar jenazah pada Selasa malam sekitar pukul 12 malam dan tiba di Madiun pada Rabu pagi sekitar pukul 3 pagi,”ujar Eko rekan korban, kamis ( 9/4).
Namun anehnya, pernyataan berbeda justru datang dari pihak internal proyek. M, yang disebut sebagai pencari lokasi proyek, menyebut korban meninggal akibat serangan jantung dengan dalih memiliki riwayat penyakit sejak kecil
Perbedaan keterangan ini memunculkan dugaan ada upaya pengaburan penyebab kematian
Tak hanya itu, fakta lain yang tak kalah mengejutkan ikut terkuak. Kepala Desa Bayan, Arwan Setianto, mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya aktivitas pembangunan proyek tersebut
Sejak awal tidak ada pemberitahuan atau kulonuwun ke pemerintah desa,” tegasnya
Pernyataan ini membuka kemungkinan serius apakah proyek tersebut berjalan tanpa prosedur administratif yang semestinya
Minimnya transparansi, ditambah tidak adanya pelaporan resmi ke pemerintah desa, justru memperkuat kesan bahwa proyek ini berjalan tanpa kontrol yang memadai
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang, baik terkait penyebab kematian korban maupun legalitas proyek pembangunan SPPG Yayasan Khoirul Umah.
Kasus ini pun menjadi sorotan serius. Bukan hanya soal kematian seorang pekerja, tetapi juga menyangkut dugaan kelalaian, potensi pelanggaran prosedur, hingga lemahnya pengawasan pembangunan di tingkat lokal
( Bambang Horas )

Social Header
Berita