![]() |
Foto.Tiga Bintang Muda dari Jolodoro Guncang Panggung FLS3N Purworejo.dok.horas. |
PURWOREJO, Cakrainvestigasi.com - Tiga siswi SD Negeri Jolodoro, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, yakni Putri Sakhi Hamumpuni, Aqila Putri Oktavia, dan Nadin Sava Arifda, sukses mencuri perhatian dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2026. Mereka tampil memukau melalui cabang lomba tari yang digelar di Gedung Kesenian WR Soepratman, Sabtu (25/4/2026).
Dengan nomor undi 11, ketiga siswi yang masih duduk di bangku kelas 4 dan 5 tersebut menampilkan tarian bertema kehidupan anak-anak pedesaan. Tarian yang mereka bawakan mengangkat kisah kebersamaan anak-anak desa yang gemar berkumpul dan bermain bersama, sehingga sarat nilai kebudayaan dan pesan sosial tentang pentingnya kebersamaan sejak usia dini.
Penampilan mereka terlihat kompak, ekspresif, dan penuh penghayatan, hasil dari latihan intensif yang dilakukan secara konsisten.
Dukungan penuh dari pihak sekolah, guru, serta wali murid menjadi salah satu kunci keberhasilan penampilan tersebut.
Kepala SD Negeri Jolodoro, Sundoyo, mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas capaian anak didiknya yang berhasil melaju hingga tingkat kabupaten setelah sebelumnya meraih juara pertama di tingkat kecamatan.
“Alhamdulillah, ini berkat kerja sama dan kebersamaan antara siswa, guru, serta wali murid. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Setelah meraih juara di tingkat kecamatan, kami langsung melakukan persiapan secara intensif setiap hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, latihan dilakukan berulang kali sejak awal pekan, bahkan hingga menjelang hari pelaksanaan lomba. Proses latihan juga didukung oleh pelatih yang merupakan bagian dari wali murid, sehingga semakin memperkuat semangat gotong royong dalam membina potensi siswa.
Sundoyo menambahkan, saat ini SD Negeri Jolodoro baru mengikuti cabang lomba tari dalam FLS3N. Meski demikian, pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi siswa di berbagai bidang seni lainnya di masa mendatang.
“Kami optimistis bisa meraih hasil terbaik di tingkat kabupaten ini. Harapannya tentu bisa menjadi juara satu dan melaju ke tingkat provinsi. Ke depan, seni tari seperti ini akan terus kami lestarikan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan prestasi dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu SD Negeri Jolodoro hanya mampu meraih juara dua di tingkat kecamatan, maka tahun ini berhasil menjadi juara pertama dan melangkah ke tingkat kabupaten.
Sementara itu, Putri, Aqila, dan Nadin mengaku senang dan bangga dapat tampil maksimal di ajang tersebut. Mereka mengungkapkan tidak merasa gugup saat tampil, meskipun harus bersaing dengan peserta dari berbagai sekolah di seluruh Kabupaten Purworejo.
“Kami latihan intensif selama satu minggu sebelum lomba, dan sebelumnya juga sudah sering menari. Jadi saat tampil tidak terlalu grogi. Kami juga sempat melihat penampilan peserta lain,” ungkap mereka.
Ketiganya berharap dapat meraih juara pertama dan melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi.
Mereka juga berkomitmen untuk terus belajar dan berlatih lebih giat apabila berhasil lolos ke tahap berikutnya.
FLS3N tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2026 itu secara resmi dibuka pada Sabtu (25/4/2026) di Gedung Kesenian WR Soepratman.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, serta dimeriahkan penampilan tari Cingpoling dan pertunjukan musik.
Mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, FLS3N menjadi ajang strategis bagi siswa untuk menyalurkan bakat, minat, serta kreativitas di bidang seni dan sastra.
Yudhie Agung Prihatno menjelaskan bahwa FLS3N merupakan kompetisi berjenjang yang dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring talenta-talenta terbaik yang akan mewakili daerah di tingkat yang lebih tinggi.
“FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi siswa untuk menunjukkan hasil latihan dan kreativitas mereka. Apa pun hasil yang diraih, itu merupakan bagian dari proses pembelajaran yang patut disyukuri,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menampilkan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan.
Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), perlombaan dilaksanakan selama satu hari, yakni pada 25 April 2026. Sementara itu, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan dilaksanakan pada 5 hingga 6 Mei 2026. Seluruh peserta berasal dari 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo.
Adapun cabang lomba jenjang SD meliputi tari, gambar bercerita, menyanyi solo, kriya, pantomim, menulis cerita, dan mendongeng. Sedangkan untuk jenjang SMP mencakup pantomim, menyanyi solo, ansambel campuran, ilustrasi, tari kreasi, kreativitas musik tradisional, mendongeng, dan menulis cerita.
Pelaksanaan lomba tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya Gedung Kesenian WR Soepratman, Pendopo Bupati Purworejo, Kantor Bupati, Ruang Arahiwang Setda, serta kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kepala Bidang Kurikulum Dindikbud Purworejo, Dwi Yuwono, menyebutkan bahwa jumlah peserta FLS3N tahun ini mencapai 341 siswa, terdiri dari 154 peserta jenjang SD dan 187 peserta jenjang SMP.
Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kreatif, apresiatif, serta berbudaya.
“FLS3N menjadi sarana penting dalam mengembangkan potensi siswa sekaligus melestarikan nilai-nilai seni dan budaya bangsa. Kami berharap para peserta dapat mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Dengan partisipasi yang luas serta dukungan berbagai pihak, FLS3N 2026 di Kabupaten Purworejo diharapkan dapat berjalan sukses dan menjadi wadah lahirnya generasi muda berbakat yang siap bersaing di kancah yang lebih tinggi.
( Horas )


Social Header
Berita