Berita

Breaking News

BBM Subsidi Diduga Dipermainkan, Pengangsu Pertalite Bebas Keluar-Masuk SPBU Kemiri


Foto
SPBU wilayah Kecamatan Kemiri.dok.horas.


PURWOREJO, Cakrainvestigasi.com - Praktik pengangsu Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite diduga berlangsung bebas di salah satu SPBU wilayah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Di saat masyarakat harus rela mengantre panjang demi mendapatkan BBM subsidi, sejumlah pengangsu justru diduga leluasa bolak-balik mengisi Pertalite menggunakan sepeda motor jenis Thunder dan Vixion.

Pantauan awak media di lokasi menemukan aktivitas mencurigakan sejumlah kendaraan yang berkali-kali keluar masuk area SPBU untuk membeli Pertalite dalam jumlah berulang. Kondisi tersebut memicu keresahan warga karena antrean menjadi semrawut, sementara BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil diduga dimanfaatkan oleh para pengangsu.

Pengawas SPBU bernama Rian mengakui adanya aktivitas pengangsu di lokasi tersebut. Menurutnya, pihak SPBU sebenarnya telah beberapa kali memberikan peringatan kepada petugas agar tidak melayani praktik tersebut, namun hingga kini aktivitas itu disebut masih terus berlangsung.

“Sudah sering saya ingatkan, tapi masih saja terjadi,” ujar Rian, Rabu (20/5/2026).

Pernyataan itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, jika pihak SPBU mengetahui adanya praktik pengangsu, mengapa aktivitas tersebut masih bisa berlangsung secara bebas tanpa tindakan tegas.

Rian juga mengungkapkan bahwa salah satu pengangsu diduga memiliki hubungan keluarga dengan pekerja SPBU setempat. Dugaan adanya pembiaran hingga praktik “main mata” pun mencuat dan menjadi sorotan warga.

Tak hanya itu, SPBU tersebut disebut hampir setiap hari menghentikan pelayanan pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, sebelum kembali beroperasi selepas magrib. Penutupan sementara itu disebut dilakukan untuk proses bongkar muatan BBM sekaligus mengurangi aktivitas pengangsu. Namun di sisi lain, muncul dugaan bahwa pola operasional tersebut juga berkaitan dengan upaya meningkatkan penjualan BBM non subsidi jenis Pertamax.

Sementara itu, Nanang selaku pengawas utama SPBU membenarkan adanya pengaturan jam operasional untuk distribusi Pertalite.

“Setiap jam 14.00 WIB kami tutup, lalu buka lagi sekitar jam 18.00 WIB karena pengaturan Pertalite. Jatah kami setiap bulan hanya 176 ribu liter untuk pasokan satu bulan, jadi kami harus pintar membaginya setiap hari,” jelasnya.

Kondisi tersebut kini menjadi perhatian masyarakat. Warga mendesak PT Pertamina (Persero) serta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut dugaan permainan BBM subsidi yang dinilai merugikan rakyat kecil dan mencederai tujuan program subsidi pemerintah.

( Horas ).

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM