![]() |
| Foto.bnnk Sleman saat melakukan kunjungan.dok bnnk. |
SLEMAN, Cakrainvestigasi.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, cepat, dan mudah diakses masyarakat. Melalui berbagai terobosan inovasi layanan, BNNK Sleman berupaya memperkuat pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang humanis dan modern.
Sebagai bentuk transformasi pelayanan publik, BNNK Sleman menghadirkan enam inovasi layanan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era digital dan pelayanan cepat saat ini. Inovasi tersebut tidak hanya mempermudah akses layanan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Kepala BNNK Sleman, Teguh Tri Prasetya mengatakan, inovasi layanan menjadi langkah nyata untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui inovasi ini, kami ingin masyarakat mendapatkan layanan yang mudah, cepat, transparan, dan nyaman. Kami berharap kehadiran BNNK Sleman benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, enam inovasi layanan tersebut meliputi BERTAMU, MERAPAT, SALAK MADU, SEKAWAN, TENAR, dan ELING yang dalam pelaksanaannya mengedepankan pelayanan informasi digital, optimalisasi konsultasi rehabilitasi, layanan administrasi yang lebih sederhana, penguatan edukasi kepada masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi.
“Dengan sistem layanan yang lebih praktis, masyarakat kini dapat memperoleh informasi maupun mengakses berbagai kebutuhan layanan tanpa proses yang rumit,” tambahnya.
Adapun enam inovasi layanan yang diluncurkan BNNK Sleman meliputi:
1. BERTAMU (Berbagi Informasi dan Edukasi Bahaya Narkoba melalui Tatap Muka)
Program ini menyasar kelompok rentan, khususnya remaja bermasalah sosial. Kegiatan dilaksanakan setiap Selasa melalui Seminar Peer serta Sharing Circle pada Rabu dan Kamis malam di BPRSR Dinas Sosial DIY. Layanan yang diberikan berupa sosialisasi P4GN dan ANANDA BERSINAR melalui pendekatan edukatif dan interaktif.
2. MERAPAT (Melayani Masyarakat Setempat)
Layanan ini menyasar lingkungan masyarakat, pendidikan, instansi pemerintah, hingga sektor swasta. Program rutin digelar setiap Selasa di Kantor Kelurahan Condongcatur serta lokasi lain sesuai kebutuhan. Layanan yang diberikan meliputi penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN), tes urine, konsultasi, edukasi, hingga layanan pengaduan terkait narkoba.
3. SALAK MADU (Sarana Layanan Konseling Masyarakat Adiksi Dengan Upaya Pemulihan)
Program ini diperuntukkan bagi kelompok masyarakat bermasalah sosial dan hukum, termasuk warga binaan pemasyarakatan dan klien rehabilitasi. Layanan dilaksanakan rutin setiap Rabu di Lapas Kelas IIB Sleman maupun lembaga rehabilitasi lainnya. Bentuk layanan mencakup skrining, asesmen, pemeriksaan urine, intervensi psikososial, manajemen kasus, dan pemantauan berkelanjutan.
4. SEKAWAN (Sosialisasi dan Edukasi Kawasan Wisata Anti Narkoba)
Program ini menyasar kawasan wisata seperti wisata alam, kuliner, hingga pusat belanja. Ledok Sambi menjadi pilot project pelaksanaan program. Layanan yang diberikan antara lain photobooth anti narkoba, rekaman video dan suara kampanye anti narkoba, pojok BNN, pameran replika narkoba dan rompi antipeluru, cek kesehatan gratis, konsultasi, serta edukasi P4GN.
5. TENAR (Teras Edukasi Narkoba)
Program edukasi ini dilaksanakan setiap Jumat di teras depan Kantor BNNK Sleman. Sasaran utamanya adalah masyarakat yang melintas di sekitar kantor. Layanan yang diberikan meliputi edukasi P4GN, konsultasi, dan cek kesehatan gratis.
6. ELING (Edukasi Keliling)
Program ini menyasar masyarakat di titik-titik keramaian seperti pasar dan persimpangan jalan. Kegiatan dilaksanakan setiap Rabu dan Kamis melalui sosialisasi langsung mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat.
Sementara itu, Kasubbag Umum sekaligus Ketua Zona Integritas BNNK Sleman, Dayu Purnama A menyampaikan bahwa inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya pelayanan prima di lingkungan BNNK Sleman.
"Seluruh layanan dikembangkan dengan mengedepankan prinsip cepat, responsif, akuntabel, dan ramah masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kehadiran inovasi layanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai lebih efisien dan mudah dijangkau. Hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi pelayanan publik mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Melalui enam inovasi layanan tersebut, BNNK Sleman berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung upaya P4GN. Ke depan, BNNK Sleman akan terus melakukan pengembangan dan pembaruan layanan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi informasi.
“Dengan semangat melayani dan berinovasi, BNNK Sleman optimistis dapat mewujudkan pelayanan publik yang profesional, modern, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya saat di konfirmasi cakrainvestigasi.com. Minggu ( 17/)
( Pay ).



Social Header
Berita