![]() |
| Foto.yang duga menjadi tempat kejadi gerebek foto.Toilet Kedai tempat Pasangan Diduga Perangkat Desa di Purworejo Jadi Sorotan Publik.dok hrs. |
Purworejo – CakraInvestigasi.com - Viralnya video penggerebekan seorang laki-laki dan perempuan di kamar mandi sebuah kedai di Desa Megulung, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, memicu sorotan tajam dari publik. Salah satu pihak yang disebut dalam video tersebut diduga merupakan perangkat Desa Sidodadi, Kecamatan Kemiri.
Peristiwa itu bukan hanya menuai perhatian terkait dugaan tindakan asusila, tetapi juga memunculkan kritik terhadap cara penanganan yang dinilai tidak manusiawi dan berpotensi mengarah pada tindakan persekusi.
Berdasarkan informasi yang beredar, pasangan tersebut digerebek saat berada di dalam kamar mandi kedai. Pintu kamar mandi disebut didobrak, sementara keduanya diduga berada dalam kondisi setengah telanjang ketika dibawa keluar dan dimintai keterangan di hadapan sejumlah orang.
“Kalau memang bersalah tetap harus diperlakukan sebagai manusia, bukan dipermalukan,” ujar salah satu warga yang menyayangkan tindakan dalam video yang viral tersebut.
Rekaman penggerebekan yang tersebar luas di media sosial memancing beragam reaksi masyarakat. Banyak pihak menilai tindakan yang dilakukan karyawan kedai telah melampaui batas karena dianggap tidak memperhatikan etika, privasi, serta aspek kemanusiaan.
Saat dikonfirmasi awak media pada Senin (25/5/2026), pihak kedai memilih irit bicara terkait insiden tersebut. Gunawan, salah satu karyawan kedai, mengaku belum mendapatkan izin dari pemilik usaha maupun pihak kepolisian untuk memberikan penjelasan lebih lanjut karena persoalan itu masih dalam proses penanganan.
Ia juga membenarkan bahwa penggerebekan dilakukan oleh pihak karyawan kedai sendiri.
Terkait video yang terlanjur beredar di media sosial, Gunawan membantah pihak kedai sebagai penyebar rekaman tersebut. Menurutnya, video awalnya hanya digunakan sebagai dokumentasi dan bukti laporan kepada Polsek Pituruh.
Saat ditanya mengenai alasan pasangan tersebut tidak diberi kesempatan mengenakan pakaian secara layak sebelum dibawa keluar, Gunawan berdalih situasi saat itu dipenuhi emosi.
Pada hari yang sama, awak media juga berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Desa Sidodadi. Namun, berdasarkan keterangan Kepala Dusun Anggono, kepala desa sedang tidak berada di tempat.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak pemilik kedai maupun Pemerintah Desa Sidodadi terkait insiden yang viral tersebut.
( Horas )

Social Header
Berita