![]() |
| Foto. "OPD Kulon Progo Terus Berinovasi dan Berprestasi di Tengah Efisiensi".dok.kmf. |
KULON PROGO,Cakrainvestigasi.com – Suasana penuh optimisme menyelimuti Aula Adikarta pada Senin pagi (4/5/2026). Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan (Rakordalbang) Triwulan 1 Tahun 2026, Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tetap menunjukkan kinerja luar biasa meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran.
Dalam arahannya, Bupati Agung menyoroti keberhasilan Kulon Progo mencatatkan angka penurunan kemiskinan tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang setahun terakhir. Selain itu, inovasi penyelenggaraan embarkasi haji mandiri tanpa asrama permanen yang merupakan pertama di Indonesia menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.
"Bapak Ibu, apa yang kita rencanakan dan kerjakan pelan tapi pasti mendekati target. Saya sedikit malu, di tengah menurunnya kesejahteraan Bapak dan Ibu semua, namun dengan penuh perjuangan ikhlas tetap memberikan yang terbaik untuk Kulon Progo. Jika bukan karena dedikasi, ini sesuatu yang tidak mungkin terjadi," tutur Agung.
Sebagai bentuk keberpihakan pada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memutuskan untuk menaikkan anggaran perbaikan jalan kabupaten secara signifikan, dari Rp20,7 miliar menjadi Rp39 miliar. Langkah ini diambil untuk mengurai kerusakan infrastruktur yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.
Di sisi lain, sektor pariwisata mulai bertransformasi menuju _Quality Tourism_. Fokus pengembangan diarahkan pada kawasan utara seperti Samigaluh hingga Kalibawang, penguatan jalur Pansela, serta optimalisasi kawasan Aerotropolis di sekitar bandara.
Tidak hanya soal pembangunan fisik, Bupati juga memberikan catatan kritis terkait komunikasi publik. Beliau meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial agar kerja keras pemerintah tidak sekadar menjadi catatan internal.
"Sosmed kita itu belum menyentuh masyarakat secara menyeluruh, bahkan menyentuh ASN sendiri saja belum. Tunjukkan kinerja kita di sana. Jika ada warga protes jalan rusak, tunjukkan kalau kita sudah berkoordinasi dan bekerja. Sosmed bukan untuk kepentingan penguasa, tapi untuk menunjukkan bahwa kita hadir melayani," tegas Agung.
Meski saat ini kinerja pembangunan Kulon Progo berada di peringkat ketiga tingkat DIY, Bupati Agung optimis wilayahnya akan kembali menjadi yang terbaik. Beliau memaparkan visi besar menjadikan kawasan Sentolo dan Wates sebagai pusat pertumbuhan industri dan hunian baru, dengan tetap menjaga kelestarian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
"Saya ingin kita semua merespons cepat. Saya bangga dengan dedikasi Bapak Ibu semua. Mari kita bawa Kulon Progo kembali ke nomor satu," pungkasnya.
Sebagai bentuk motivasi, acara diakhiri dengan penyerahan penghargaan bagi instansi dengan kinerja terbaik. Berikut adalah daftar penerima penghargaan:
Kategori Eselon 2 (OPD):
1. Peringkat 1: Dinas Perdagangan
2. Peringkat 2: BPBD
3. Peringkat 3: DPMPT
Kategori Eselon 3 (Kapanewon):
1. Peringkat 1: Kapanewon Galur
2. Peringkat 2: Kapanewon Wates
3. Peringkat 3: Kapanewon Lendah
( Pay )


Social Header
Berita