![]() |
| Foto.lokasi kejadian.dok horas. |
PURWOREJO,Cakrainvestigasi.com - Kebakaran hebat yang melanda area parkir karyawan PT Arami Jaya di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, pada Kamis (14/5/2026), menyisakan kerugian besar. Sedikitnya 214 unit sepeda motor milik karyawan dilaporkan terbakar dan mengalami kerusakan
Saat peristiwa terjadi, para karyawan sedang menjalankan aktivitas kerja. Seluruh kendaraan yang terdampak diketahui terparkir di area parkir resmi perusahaan yang berada di lingkungan PT Arami Jaya, Jalan Daendels, Awu-Awu I, Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo
Akibat insiden tersebut, ratusan pekerja kehilangan sarana transportasi yang selama ini digunakan untuk bekerja maupun menunjang aktivitas sehari-hari. Hingga kini, persoalan tanggung jawab atas kerugian yang dialami para karyawan masih menjadi sorotan, mengingat kendaraan yang terbakar berada di area parkir perusahaan saat kejadian berlangsung.
Para korban berharap perusahaan segera memberikan kepastian dan langkah konkret terkait penggantian kerugian yang mereka alami.
Saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (3/6/2026), petugas keamanan PT Arami Jaya, Suherman, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kebakaran tersebut. Ketika diminta mempertemukan awak media dengan manajemen atau pihak yang berwenang memberikan keterangan, ia hanya menjawab singkat, "Saya tidak berani, Mas."
Sementara itu, Kepala Desa Harjobinangun, Wuryanto, berharap pihak perusahaan segera menyelesaikan persoalan kerugian yang dialami para karyawan.
Menurutnya, kebakaran tersebut merupakan musibah yang tidak diharapkan oleh siapa pun. Namun demikian, perusahaan juga perlu memberikan perhatian terhadap nasib para pekerja yang terdampak.
"Karyawan merupakan aset penting perusahaan. Karena itu, mereka berhak mendapatkan perhatian dan penyelesaian yang layak," ujar Wuryanto
Ia menjelaskan, hingga saat ini sekitar 35 karyawan terdampak telah didata dan nilai kerugian mereka masih dalam proses inventarisasi. Pemerintah desa juga terus menjalin komunikasi dengan manajemen perusahaan serta serikat pekerja agar proses penyelesaian dapat berjalan cepat dan tidak menimbulkan miskomunikasi.
"Karyawan berharap ada penggantian motor sesuai harga pasaran terkini," tegas Wuryanto, yang mengaku motornya sendiri turut menjadi korban karena digunakan oleh anaknya yang bekerja di perusahaan tersebut.
Horas

Social Header
Berita