Berita

Breaking News

GORA BANGSA Resmi Diluncurkan,Kulon Progo Satukan Kekuatan Pentahelix Bangun Pariwisata Kelas Nasional

 

Foto.Peluncuran program Gora Bangsa.dok.dinpar.

Kulon Progo,Cakrainvestigasi.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Pariwisata meluncurkan program GORA BANGSA (Gotong Royong Kolaborasi Membangun Pariwisata) sebagai inovasi untuk memperkuat pengembangan sektor pariwisata berbasis kolaborasi lintas sektor. Peluncuran tersebut menjadi puncak rangkaian Sambanggo Festival Pantai Congot 2026 yang digelar di kawasan Pantai Congot, Minggu (28/6/2026).

Festival berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, di antaranya Senam Sehat, Lomba Mewarnai Piala Bupati Kulon Progo, Yoga Sunset Golden Flow, Gerakan Kebersihan Pantai, serta penyerahan bantuan peralatan kebersihan dan tempat sampah kepada Desa Wisata Jangkaran dan Glagah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Sutarman, mengatakan GORA BANGSA merupakan inovasi yang dirancang untuk menyatukan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pariwisata yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

«"Pariwisata bukan hanya menjadi urusan Dinas Pariwisata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Melalui GORA BANGSA, kami ingin membangun ekosistem kolaboratif yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata," ujar Sutarman.»

Ia menjelaskan, nama GORA BANGSA memiliki nilai historis yang berasal dari kentongan pusaka Kabupaten Kulon Progo saat ibu kota masih berada di Pengasih pada tahun 1912. Kentongan tersebut dikenal sebagai simbol kejujuran dalam proses seleksi calon pemimpin. Sementara secara filosofis, "Gora" berarti hebat dan "Bangsa" dimaknai sebagai daerah, sehingga GORA BANGSA mengandung makna mewujudkan daerah yang hebat melalui semangat gotong royong.

Menurut Sutarman, implementasi program GORA BANGSA akan diwujudkan melalui lima dimensi inovasi, yakni Gora Creative, Gora Digital, Gora Content, Gora Event, dan Gora Green.

Melalui Gora Creative, pemerintah mendorong pengembangan paket wisata berbasis potensi lokal yang mencakup wisata alam, budaya, edukasi, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif. Gora Digital difokuskan pada peningkatan layanan digital serta sistem pembayaran non-tunai di destinasi wisata.

Sementara itu, Gora Content diarahkan untuk memperkuat promosi melalui konten digital dan storytelling destinasi wisata. Gora Event akan menghadirkan agenda wisata tahunan yang melibatkan dunia usaha, sedangkan Gora Green menitikberatkan pada pengembangan destinasi wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus mendorong sinergi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama para pemangku kepentingan agar pembangunan sektor pariwisata berjalan lebih terpadu dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

«"Kami berharap semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen mampu mewujudkan destinasi wisata yang ramah, berbudaya, dan memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan. Jika pariwisata berkembang, maka kesejahteraan masyarakat Kulon Progo juga akan meningkat," katanya.»

Selain menjadi ajang promosi destinasi, Sambanggo Festival Pantai Congot 2026 juga memperkuat branding Pantai Congot sebagai kawasan wisata pesisir yang memadukan wisata alam, olahraga, budaya, serta ekonomi kreatif. Keterlibatan pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat lokal diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pariwisata.

Melalui peluncuran GORA BANGSA, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo optimistis kolaborasi lintas sektor akan semakin kuat sehingga mampu meningkatkan kualitas destinasi wisata, jumlah kunjungan wisatawan, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD). Program ini diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan Kulon Progo sebagai destinasi wisata unggulan yang berdaya saing nasional hingga mampu menembus pasar pariwisata global.

( Pay )


© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM