![]() |
| Foto.spbu gito Gati.dok. |
SLEMAN,Cakrainvestigasi.com – SPBU Gito Gati resmi beralih pengelolaan sejak 2 Juni 2026. Seiring pergantian pengelolaan tersebut, seluruh sistem manajemen dan tenaga kerja di SPBU tersebut juga mengalami perubahan.
Supervisor sekaligus pengawas SPBU Gito Gati, Joko, mengatakan bahwa manajemen baru berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk memperluas ketersediaan produk bahan bakar dan layanan operasional ke depan.
"Per tanggal 2 Juni, pengelolaan SPBU Gito Gati resmi beralih bersamaan dengan itu, seluruh sistem kerja dan standar operasional juga berubah menyesuaikan kebijakan manajemen yang baru," ujar Joko saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, salah satu pertanyaan yang banyak disampaikan masyarakat setelah pergantian pengelolaan adalah terkait ketersediaan BBM jenis Biosolar yang sebelumnya menjadi kebutuhan sejumlah pelanggan.
Saat ini, SPBU Gito Gati baru menyediakan BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Namun demikian, pihak pengelola tengah mengupayakan penambahan produk BBM non-subsidi, seperti Pertamina Dex dan Dexlite, guna memenuhi kebutuhan konsumen.
"Kami memahami banyak pelanggan yang menanyakan ketersediaan solar. Ke depan akan kami upayakan agar tersedia Pertamina Dex maupun Dexlite sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Selain penambahan jenis BBM, manajemen baru juga berencana melengkapi layanan dengan penjualan berbagai produk pendukung kendaraan sehingga kebutuhan pelanggan dapat terlayani secara lebih maksimal.
Joko menambahkan, target jangka panjang manajemen adalah meningkatkan kualitas pelayanan hingga memungkinkan operasional SPBU berlangsung selama 24 jam penuh.
"Saat ini operasional masih menggunakan dua shift. Untuk bisa membuka layanan selama 24 jam diperlukan tiga shift dengan penambahan personel yang memadai," katanya.
Terkait jaminan kualitas dan ketersediaan BBM, pihak pengelola mengaku menerapkan sistem pemantauan stok secara berkala untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman dari pemasok.
"Kami selalu melakukan pembaruan data stok karena seluruh kebutuhan dan pengiriman tercatat dengan baik. Dengan demikian, pasokan BBM dapat terjaga dan tidak mengalami keterlambatan," ungkap Joko.
Ia juga memastikan setiap pengiriman BBM selalu disertai proses pengambilan sampel sebagai bagian dari pengawasan mutu bahan bakar yang diterima SPBU.
Selain itu, sebelum kembali beroperasi di bawah manajemen baru, seluruh fasilitas pengukuran BBM telah menjalani pemeriksaan oleh instansi terkait, termasuk Metrologi.
"Sebelum operasional dimulai, sudah dilakukan pengecekan takaran oleh petugas Metrologi dan hasilnya memenuhi standar atau dinyatakan lolos," tegasnya.
Dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, manajemen baru berharap SPBU Gito Gati dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, meningkatkan kenyamanan pelanggan, serta menjadi salah satu SPBU pilihan masyarakat di wilayah Sleman dan sekitarnya.
( Pay )

Social Header
Berita