Berita

Breaking News

Pelat Depan-Belakang Berbeda, Mobil Diduga Isi BBM Bersubsidi di SPBU Gebang, Pengawasan Dipertanyakan

 

Foto.mobil dengan beda plat depan dan belakang sedang isi BBM,dok.

Purworejo ,Cakrainvestigasi.com – Dugaan penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sebuah mobil pick up Daihatsu Gran Max didapati mengisi BBM bersubsidi di salah satu SPBU di Kecamatan Gebang, Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 06.54 WIB, dengan kondisi pelat nomor kendaraan bagian depan dan belakang berbeda.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, kendaraan tersebut menggunakan pelat nomor E 8709 YH pada bagian depan, sedangkan pada bagian belakang terpasang pelat nomor E 8303 MU.

Saat dikonfirmasi, pengemudi mengaku kendaraan tersebut sedang dalam proses mutasi sehingga masih menggunakan pelat nomor lama. Namun, penjelasan tersebut justru menimbulkan pertanyaan karena identitas kendaraan yang terpasang di bagian depan dan belakang tidak sama.

Kecurigaan semakin menguat setelah salah seorang operator SPBU menyampaikan bahwa transaksi pengisian BBM dilakukan menggunakan barcode (QR Code) yang terdaftar atas pelat nomor E 8303 MU, sesuai dengan pelat nomor yang terpasang di bagian belakang kendaraan.

Temuan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan. Jika kendaraan tersebut memiliki QR Code yang terdaftar atas pelat nomor belakang, apakah terdapat kemungkinan kendaraan yang sama juga memiliki QR Code lain yang terdaftar atas pelat nomor berbeda?

Apabila dugaan tersebut terbukti, kondisi ini berpotensi membuka celah penyalahgunaan sistem distribusi BBM bersubsidi. Satu kendaraan diduga dapat memanfaatkan lebih dari satu identitas kendaraan untuk memperoleh BBM bersubsidi di SPBU yang berbeda, sehingga berpotensi merugikan negara dan mengganggu penyaluran subsidi yang seharusnya tepat sasaran.

Peristiwa ini juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap penerbitan maupun penggunaan QR Code BBM bersubsidi. Apakah sistem verifikasi telah berjalan optimal, atau masih terdapat kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu?

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU, Pertamina Patra Niaga, maupun instansi terkait mengenai status kendaraan tersebut serta validitas QR Code yang digunakan dalam transaksi pengisian BBM bersubsidi.

Awak media berharap Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, Kepolisian, serta instansi terkait segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna memastikan apakah peristiwa tersebut hanya merupakan persoalan administrasi kendaraan atau terdapat indikasi penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi. Langkah cepat dan transparan dinilai penting untuk menjaga integritas sistem distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak.

( Horas )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM