![]() |
| Foto.Kepala Subbag Umum Dayu Purnama A., S.H., M.H.dok.bnnk. |
Sleman,Cakrainvestigasi.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman bersama Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Mahasiswa AUSHAF Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menggelar Webinar BRAVE (Be Resilient Against Violence and Drugs) bertajuk "Fenomena Vape yang Dicampur Narkoba dalam Perspektif Farmakologi dan Hukum", Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti sebanyak 218 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap berkembangnya modus penyalahgunaan narkotika melalui liquid vape.
Webinar diawali dengan sambutan Ketua PIK Mahasiswa AUSHAF UII Yogyakarta, Yumna Hanifah, serta dosen pendamping PIK AUSHAF, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dua narasumber.
Dosen Fakultas Farmasi UII, Apt. Yulianto, S.Farm., M.P.H., mengulas fenomena penyalahgunaan vape dari perspektif farmakologi. Sementara itu, Kepala BNNK Sleman Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya, S.I.K., M.H., yang diwakili Kepala Subbag Umum Dayu Purnama A., S.H., M.H., memaparkan aspek hukum penyalahgunaan narkotika melalui vape.
Dalam paparannya, Dayu menjelaskan perkembangan jaringan peredaran narkotika, munculnya New Psychoactive Substances (NPS), hasil penelitian BNN RI terkait kandungan vape narkoba, konsekuensi hukum bagi pelaku, strategi pencegahan, serta berbagai layanan dan inovasi BNNK Sleman dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
"Modus penyalahgunaan narkotika melalui liquid vape merupakan ancaman baru yang perlu diwaspadai karena sulit dikenali dan berpotensi menyasar generasi muda. Selain berdampak pada kesehatan, pelaku juga menghadapi konsekuensi hukum yang tegas," ujar Dayu.
Kepala BNNK Sleman, Kombes Pol. Teguh Tri Prasetya, mengatakan penyelenggaraan webinar tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang mengusung tema "Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan ANANDA Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045."
Menurutnya, generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dari ancaman narkotika agar mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing.
"Kami berharap mahasiswa dan masyarakat semakin kritis terhadap berbagai modus penyalahgunaan narkoba yang terus berkembang, sekaligus mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan Bersinar (Bersih Narkoba)," kata Teguh.
Sementara itu, Ketua PIK Mahasiswa AUSHAF UII Yogyakarta, Yumna Hanifah, menyampaikan apresiasi kepada BNNK Sleman atas dukungannya dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa.
Ia berharap webinar tersebut tidak hanya menambah wawasan peserta mengenai bahaya narkotika, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang aktif mengampanyekan gaya hidup sehat dan budaya anti narkoba di lingkungan kampus.
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap isu penyalahgunaan narkotika melalui vape. Melalui kolaborasi antara BNNK Sleman dan PIK Mahasiswa AUSHAF UII Yogyakarta, diharapkan edukasi mengenai bahaya narkoba semakin luas menjangkau kalangan mahasiswa dan masyarakat, sekaligus memperkuat gerakan P4GN menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
( Ria )

Social Header
Berita