![]() |
| Foto.Plt WakaPolresta Sleman bersama Bupati Sleman dan Danramil saat memulai Pekerjaan TMMD III di Berbah.dok. |
SLEMAN,Cakrainvestigasi.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa" ini menjadi wujud sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Upacara pembukaan digelar di Lapangan Gamelan, Kalurahan Sendangtirto, dan dipimpin langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, S.E., M.Si. sebagai Inspektur Upacara. Sementara Komandan Upacara dijabat Danramil 09/Prambanan Kapten Inf. Gunarto.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Wakapolresta Sleman AKBP Sudarmawan, S.Pd., M.M., Dandim 0732/Sleman Letkol Arh. Reindi Trisetyo Nugroho, S.Hub.Int., M.S., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta sekitar 300 peserta dari berbagai unsur.
Dalam amanatnya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat.
"TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan langkah nyata untuk memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung terwujudnya kalurahan yang mandiri, maju, dan berdaya saing," ujar Harda.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan TMMD serta menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Usai upacara, Bupati Sleman bersama jajaran Forkopimda, termasuk Plt. Wakapolresta Sleman, melakukan peninjauan ke lokasi sasaran TMMD di Kalurahan Sendangtirto.
Program TMMD Sengkuyung Tahap III menyasar empat padukuhan, yakni Gamelan, Jetak, Sribit, dan Karangsari. Sasaran fisik yang akan dikerjakan meliputi pembangunan jalan corblok, pembangunan talud, pembangunan jembatan, serta rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Rubiman dan Edi Suranto di Padukuhan Jetak.
Pelaksanaan TMMD dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Seluruh pekerjaan akan dilaksanakan secara gotong royong oleh personel TNI yang tergabung dalam satu Satuan Setingkat Peleton (SST) bersama masyarakat setempat.
Melalui program ini diharapkan percepatan pembangunan infrastruktur desa dapat meningkatkan aksesibilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
( Pay ).

Social Header
Berita