![]() |
| Foto.Densus 88 dan Dinas Pendidikan DIY Edukasi Ribuan Siswa Saat MPLS.dok.densus. |
YOGYAKARTA,Cakrainvestigasi.com – Upaya memperkuat ketahanan generasi muda terhadap ancaman radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan terus dilakukan. Memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Satgaswil DIY Densus 88 Antiteror Polri berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pembekalan dan sosialisasi pencegahan radikalisme melalui media online di sejumlah sekolah.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta kemampuan peserta didik baru dalam mengenali berbagai bentuk penyebaran paham radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan yang kini banyak menyasar ruang digital, termasuk media sosial.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dibekali kemampuan berpikir kritis, memahami pentingnya literasi digital, serta diajak lebih bijak dalam menggunakan internet agar tidak mudah terpengaruh informasi provokatif, intoleran, maupun konten yang mengarah pada tindakan kekerasan.
Personel Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri juga memaparkan berbagai karakteristik propaganda kelompok radikal di dunia maya, modus rekrutmen yang dilakukan melalui platform digital, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan oleh pelajar, guru, maupun orang tua.
Selain memberikan edukasi kepada peserta didik, kegiatan ini menjadi wadah memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan aparat penegak hukum dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari pengaruh paham radikal dan ekstremisme berbasis kekerasan.
Hingga pertengahan pelaksanaan MPLS, sosialisasi telah menjangkau 31 sekolah di DIY yang terdiri dari 13 SMP dan 18 SMA/SMK. Kegiatan tersebut diikuti oleh 6.395 siswa, 165 guru, dan 155 orang tua murid.
Program edukasi ini masih akan terus berlanjut selama masa MPLS berlangsung. Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri bersama Dinas Pendidikan telah menjadwalkan pembekalan serupa di 17 sekolah lainnya sebagai bagian dari strategi memperkuat daya tahan generasi muda terhadap penyebaran paham radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan melalui media online.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan para pelajar memiliki literasi digital yang semakin baik, mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah maupun masyarakat, serta berperan aktif menjaga persatuan, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.
Sinergi antara Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri, Dinas Pendidikan, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan tidak mudah terpapar berbagai pengaruh negatif di ruang digital.
( Ria )


Social Header
Berita