Berita

Breaking News

Diduga Intimidasi Anak Didik, Oknum Guru SD yang Juga Pelatih Sepak Bola Kirim Pesan Bernada Ancaman

Foto.iluatrasi.dok.


Purworejo,Cakrainvestigasi.com - Komunikasi antara seorang guru sekolah dasar yang juga berprofesi sebagai pelatih sepak bola dengan peserta didiknya sangat disesalkan, Percakapan melalui WhatsApp yang dinilai sangat tidak pantas memicu keresahan keluarga mengenai etika seorang pendidik dalam berkomunikasi dengan anak di bawah umur.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sosok yang dimaksud adalah Tri Kusworo, guru di SD Negeri Bendungan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, Selain mengajar, ia juga aktif melatih sepak bola anak-anak di wilayah tersebut.

Korban inisial F (14), siswa kelas IX di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Purworejo menjadi peserta latihan sepak bola yang berada di bawah bimbingan Tri Kusworo.

Keluarga korban mengaku mulai curiga setelah melihat perubahan perilaku F. Anak yang sebelumnya aktif disebut mendadak menjadi pendiam, mudah cemas, sulit berkonsentrasi, bahkan tampak ketakutan setiap kali memegang telepon genggamnya.

Kecurigaan itu mendorong ibu korban memeriksa isi percakapan WhatsApp di telepon seluler anaknya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, keluarga menemukan pesan yang menurut mereka tidak selayaknya disampaikan seorang guru maupun pelatih kepada peserta didik yang masih berusia 14 tahun.

Salah satu pesan yang menjadi perhatian berbunyi:

"Mau bermain main dengan saya kamu ya."

Percakapan tersebut kemudian disusul ajakan agar korban datang menemui pengirim di lapangan pada sore hari.

Bagi keluarga,komunikasi tersebut tidak hanya menimbulkan kebingungan, tetapi juga memunculkan rasa takut pada diri anak. Mereka menilai hubungan antara guru, pelatih, dan peserta didik semestinya dibangun secara profesional, terbuka, dan tidak menggunakan komunikasi pribadi yang berpotensi menimbulkan tafsir berbeda.

Keluarga mengaku menyimpan tangkapan layar percakapan tersebut sebagai dokumentasi atas perubahan kondisi psikologis yang dialami anak.

Mendapat keluhan dari Orang tua murid,awak media berusaha konfirmasi ke guru pelatih melalui Pesan whatsApp Selasa 28 Juli 2026 Sekitar Jam 19,30 Wib 

untuk mengkonfirmasi Percakapan dengan murid serta menanyakan mengenai mekanisme pengawasan terhadap interaksi antara pendidik dan peserta didik di luar lingkungan sekolah maupun kegiatan olahraga. Komunikasi secara pribadi kepada anak di bawah umur seharusnya tetap menjunjung tinggi etika profesi, prinsip perlindungan anak, serta menghindari kalimat yang berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman atau tekanan psikologis,namun Tri Kusworo tidak merespon.

Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian pihak sekolah, penyelenggara sekolah sepak bola, Dinas Pendidikan, serta instansi yang berwenang untuk memastikan setiap bentuk komunikasi antara pendidik, pelatih, dan anak didik berlangsung secara profesional serta mengutamakan perlindungan terhadap hak dan keamanan anak.

Horas

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM