Berita

Breaking News

Gantiwarno Menari 2026 Pecahkan Antusiasme Warga, Lebih dari 500 Penari Meriahkan Hari Jadi Klaten dan HUT RI

 

Foto.ratusan penari dalam acara Gantiwarno Menari.dok.


KLATEN,Cakrainvestigasi.com – Semangat melestarikan budaya lokal ditunjukkan masyarakat Kecamatan Gantiwarno melalui gelaran Gantiwarno Menari 2026 yang sukses melibatkan lebih dari 500 penari dari berbagai kalangan. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222 sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu berlangsung meriah dengan menampilkan beragam tarian tradisional khas Jawa.

Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat jumlah peserta jauh melampaui target awal panitia. Tidak hanya para pelaku seni, kegiatan ini juga diikuti siswa SD, SMP, SMA/SMK, anggota sanggar tari, hingga masyarakat umum yang bersama-sama menunjukkan kecintaan terhadap seni dan budaya daerah.

Camat Gantiwarno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya nyata menjaga kelestarian budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda melalui seni.

"Kami mengemas kegiatan ini dalam bentuk tari massal agar masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat kesehatan, tetapi juga semakin mencintai budaya sendiri. Seni jangan sampai tergerus oleh perkembangan zaman," ujarnya, Rabu ( 29/7).

Menurutnya, seni budaya merupakan identitas bangsa yang harus diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, pelibatan pelajar menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

"Kami ingin anak-anak sejak dini memahami bahwa seni budaya adalah jati diri bangsa Indonesia. Melalui seni akan tumbuh karakter, etika, dan rasa cinta terhadap budaya sendiri. Harapan kami, seni tradisional di Gantiwarno maupun Kabupaten Klaten terus lestari dan berkembang," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Gantiwarno Menari, Suraji, mengungkapkan bahwa semula panitia hanya menargetkan 222 peserta sebagai simbol Hari Jadi Kabupaten Klaten. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta meningkat menjadi lebih dari 500 orang.

"Alhamdulillah, respons masyarakat luar biasa. Awalnya hanya menargetkan 222 peserta, tetapi yang ikut akhirnya lebih dari 500 penari dari berbagai unsur," jelas Suraji.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya tujuh sanggar tari di Kecamatan Gantiwarno dapat tampil bersama dalam satu panggung.

"Selama ini masing-masing sanggar berjalan sendiri-sendiri. Melalui Gantiwarno Menari, kami berhasil menyatukan mereka dalam satu kegiatan. Ini menjadi langkah awal memperkuat kebersamaan para pelaku seni di Gantiwarno," ungkapnya.

Berbagai tarian tradisional seperti Gambyong, Tayub, dan Jaranan ditampilkan secara kolosal. Selain menjadi hiburan, setiap tarian mengandung filosofi dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun kepada masyarakat Jawa.

Ke depan, panitia berharap Gantiwarno Menari dapat menjadi agenda budaya tahunan yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Bahkan, muncul gagasan agar penyelenggaraan berikutnya dilaksanakan di kawasan Savana Gantiwarno yang memiliki panorama alam menarik sehingga dapat dipadukan dengan konsep wisata budaya.

Dengan dukungan pemerintah, para pelaku seni, sanggar tari, dan masyarakat, Gantiwarno Menari diharapkan berkembang menjadi ikon budaya Kecamatan Gantiwarno sekaligus memperkaya kalender event budaya Kabupaten Klaten.

( Fauzi )

Editor : Mas Pay 

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM