Berita

Breaking News

Jogja International Kite Festival 2026 Siap Digelar, Peserta dari 17 Negara Ramaikan Langit Parangkusumo

Foto.konferensi pers persiapan JIKF.dok.


Yogyakarta,Cakrainvestigasi.com – Langit Pantai Parangkusumo, Bantul, kembali akan dipenuhi aneka layang-layang dari berbagai belahan dunia dalam Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026. Festival bertaraf internasional yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026 ini dipastikan diikuti peserta dari 17 negara.

Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang menghadirkan Ketua Panitia JIKF 2026 Anang Sarjiyanto, S.Pd., Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY Antarikso Trisno Bawono, S.T., M.T., Ketua Angkasa Satu RDA Yuristianto, S.T., Program Director Angkasa Satu Rizal Rusyadi, serta dua perwakilan peserta dari Lithuania, Saulė Varškevičiūtė dan Liudvikas Šablauskas.

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan festival tahun ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dengan kehadiran peserta dari 17 negara. Menurutnya, JIKF tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas layang-layang, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Yogyakarta di tingkat internasional.

"Kami berharap penyelenggaraan JIKF 2026 mampu memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi wisata budaya sekaligus mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni layang-layang," ujarnya saat konferensi pers di sebuah cafe di Yogyakarta, Rabu, ( 1/7)

Program Director Angkasa Satu, Rizal Rusyadi, menjelaskan bahwa JIKF 2026 juga menghadirkan berbagai program edukasi dan pertukaran budaya. Pada tahap awal, Kementerian telah menyiapkan dua sekolah sebagai lokasi kegiatan, yakni Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta dan SMA Negeri 7 Yogyakarta, yang akan menjadi bagian dari rangkaian aktivitas peserta internasional.

"Kami ingin festival ini memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, pertukaran budaya, dan peningkatan kompetensi bagi generasi muda," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Angkasa Satu, RDA Yuristianto, menuturkan bahwa JIKF merupakan festival layang-layang terbesar di Indonesia yang terus berkembang menjadi agenda internasional.

"Dalam momentum ini kami merayakan bersama-sama festival layang-layang terbesar di Indonesia. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kompetensi, kolaborasi, dan persahabatan antarnegara," katanya.



Pemilihan Pantai Parangkusumo sebagai lokasi utama festival juga bukan tanpa alasan. Menurut panitia, kawasan tersebut memiliki karakter angin yang stabil, area terbuka yang luas, serta kondisi geografis yang sangat mendukung penerbangan layang-layang berukuran besar.

"Hingga saat ini, Parangkusumo masih menjadi lokasi yang paling ideal dan representatif untuk penyelenggaraan festival layang-layang internasional," ungkap panitia.

Selain puncak festival pada 11–12 Juli 2026, para peserta internasional akan mengikuti berbagai kegiatan sejak 2 Juli 2026, mulai dari technical meeting, seleksi JIKF Golden Ticket, kunjungan ke sentra kerajinan serat alam, workshop pembuatan layang-layang di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), wisata budaya ke Keraton Yogyakarta, SMSR Yogyakarta, Ratu Boko, petualangan di Goa Pindul, hingga mengikuti prosesi adat Labuhan Parangkusumo sebelum memasuki hari utama festival.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, JIKF 2026 diharapkan mampu menjadi magnet wisata internasional yang tidak hanya menghadirkan atraksi layang-layang kelas dunia, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya, seni, kuliner, dan destinasi wisata Yogyakarta kepada masyarakat global.

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM