Berita

Breaking News

Kapolres Boltim Tutup PETI Perkebunan Mintu, Warga: Selamatkan Kami dari Ancaman Banjir Bandang

 

Foto.lokasi pertambangan boltim.dok.


BOLTIM,Cakrainvestigasi.com – Langkah tegas Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, bersama jajaran dalam menutup aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Perkebunan Mintu, Desa Motongkad Bersatu, Kecamatan Motongkad, mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat.


Warga menilai tindakan tersebut bukan hanya bentuk penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal, tetapi juga menjadi upaya nyata menyelamatkan lingkungan dan melindungi masyarakat dari ancaman bencana banjir bandang yang selama ini menghantui setiap musim hujan.


Menurut warga, aktivitas PETI di kawasan Perkebunan Mintu telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang cukup serius. Pembukaan lahan secara liar, rusaknya vegetasi penyangga, hingga perubahan struktur tanah dinilai telah mengurangi kemampuan kawasan tersebut dalam menyerap air hujan. Akibatnya, potensi terjadinya banjir bandang semakin tinggi dan mengancam keselamatan warga yang bermukim di daerah hilir.


"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Boltim beserta seluruh anggotanya yang telah bertindak tegas menghentikan aktivitas tambang ilegal ini. Selama ini kami selalu dihantui rasa takut setiap kali hujan deras turun. Kami khawatir air bah datang sewaktu-waktu akibat kerusakan hutan dan perbukitan di kawasan Mintu," ungkap salah seorang warga.


Senada dengan itu, tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa Perkebunan Mintu merupakan kawasan penting sebagai daerah tangkapan air yang memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Jika kawasan tersebut terus dirusak oleh aktivitas pertambangan ilegal, dampaknya tidak hanya berupa banjir, tetapi juga pencemaran sumber air bersih serta rusaknya lahan pertanian yang menjadi mata pencaharian masyarakat.


"Perkebunan Mintu merupakan benteng alam bagi desa kami. Ketika hutan dan tanah di sana rusak, masyarakat yang akan menanggung akibatnya. Penutupan PETI ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk melindungi lingkungan dan keselamatan rakyat," ujar tokoh masyarakat.


Masyarakat berharap penindakan yang dilakukan aparat kepolisian tidak berhenti pada operasi sesaat, tetapi terus dilakukan secara berkelanjutan agar para pelaku tidak kembali beroperasi secara sembunyi-sembunyi.


"Kami berharap pengawasan terus dilakukan sehingga aktivitas tambang ilegal tidak lagi muncul. Kami ingin hidup tenang tanpa dihantui ancaman banjir bandang akibat ulah oknum yang merusak alam demi keuntungan pribadi," kata warga lainnya.


Selain itu, masyarakat menyatakan siap bekerja sama dengan Polres Bolaang Mongondow Timur, pemerintah daerah, serta instansi terkait dalam menjaga kawasan Perkebunan Mintu dari segala bentuk aktivitas pertambangan ilegal.


Warga menilai, sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi generasi mendatang dari dampak kerusakan alam yang lebih besar.

 Dengan penutupan PETI tersebut, masyarakat berharap kawasan Perkebunan Mintu dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai kawasan resapan air dan penyangga ekosistem demi keselamatan seluruh warga Motongkad Bersatu.

( Tim )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM