![]() |
| Foto.kunjungan kasad ke Akmil Magelang.dok. |
MAGELANG ,Cakrainvestigasi.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memberikan pembekalan kepada 517 Taruna Akademi Militer (Akmil) Tingkat III/Sersan Mayor Taruna (Sermatar) Tahun Pendidikan 2025/2026 di Akademi Militer, Magelang, Kamis (9/7/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Kasad didampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., serta Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ny. Uli Simanjuntak beserta rombongan.
Di hadapan para taruna, Kasad menegaskan bahwa mereka merupakan generasi calon pemimpin TNI Angkatan Darat yang dipersiapkan untuk mengawal Indonesia menuju usia 100 tahun kemerdekaan dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"Sebagai calon perwira TNI AD, para taruna harus memiliki karakter yang kuat, wawasan yang luas, semangat belajar yang tinggi, serta jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara," tegas Kasad.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional dan melimpahnya sumber daya alam merupakan modal strategis bagi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan dunia. Namun, peluang tersebut juga diiringi berbagai tantangan yang semakin kompleks sehingga setiap calon perwira dituntut memiliki kemampuan adaptasi, menjaga soliditas, serta meningkatkan profesionalisme dalam menghadapi dinamika ancaman.
Kasad juga menekankan pentingnya membangun kemandirian industri pertahanan nasional. Ketergantungan terhadap alat utama sistem persenjataan (alutsista) impor, kata dia, perlu dikurangi melalui penguatan industri pertahanan dalam negeri, mulai dari aspek produksi, pemeliharaan, hingga pengembangan teknologi.
"Kemandirian industri pertahanan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kesiapan tempur sekaligus menjaga kedaulatan negara," ujarnya.
Selain itu, Kasad mengingatkan bahwa ancaman terhadap negara kini tidak hanya bersifat konvensional, tetapi juga berkembang ke ranah teknologi modern, seperti serangan drone, rudal, hingga gangguan terhadap objek vital nasional. Oleh sebab itu, calon perwira TNI AD harus mampu berpikir cepat, menguasai perkembangan teknologi, serta memimpin satuan secara profesional dalam setiap penugasan.
Menutup pembekalannya, Kasad mengajak seluruh taruna menjadikan kehormatan sebagai prajurit TNI Angkatan Darat sebagai landasan utama dalam setiap pengabdian.
"Profesionalisme, loyalitas, disiplin, integritas, dan keteladanan harus menjadi jati diri setiap perwira TNI AD," pesannya.
Usai memberikan pembekalan, Kasad menyerahkan ijazah kepada 517 Taruna Akmil sebagai tanda selesainya tahapan pendidikan tingkat III sekaligus kesiapan mereka melanjutkan pembentukan menuju pelantikan sebagai perwira TNI Angkatan Darat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E., Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., Wakil Gubernur Akmil Brigjen TNI Pramungkas Agus T., S.I.PEM., M.H., para pejabat utama Akademi Militer, Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Afrizal Rakhman, S.I.P., M.I.P., Danyonarmed 11/GG/2/Kostrad Letkol Arm Ananto Kristowo, S.Sos., Danyonarmed 3/NP Letkol Arm Teguh Utomo, beserta para istri.
( */Red )


Social Header
Berita