Berita

Breaking News

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Gubernur DIY: Digitalisasi Bukan Soal Banyaknya Aplikasi, Tapi Kemudahan Nyata Bagi Rakyat

Foto.peluncuran kartu Kredit Indonesia.dok.hms.


YOGYAKARTA,Cakrainvestigasi.com  – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang diselenggarakan oleh Pemda DIY pada Kamis (16/7) di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta. Pertemuan ini berfokus pada penguatan ekosistem digital Pemda melalui optimalisasi digitalisasi transaksi pendapatan dan belanja daerah.

HLM kali ini juga dioptimalkan dengan peluncuran fisik Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan digitalisasi transaksi pendapatan dan belanja daerah oleh seluruh kepala daerah se-DIY.

Agenda strategis ini bertujuan untuk mempertahankan status Pemda Digital pada indeks IETPD DIY, meningkatkan transaksi non-tunai daerah, sekaligus menyusun strategi program kerja tahun 2026 sebagai tindak lanjut Rakornas P2DD 2025.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya menyatakan bahwa esensi utama dari transformasi digital terletak pada perubahan tata kelola pemerintahan yang mampu meningkatkan pendapatan daerah, menertibkan belanja, mempercepat pelayanan, memperkuat akuntabilitas, serta memberikan kemudahan yang nyata bagi masyarakat.

"Teknologi hanyalah sarana. Nilainya terletak pada kemanfaatannya. Jangan sampai digitalisasi justru melahirkan berbagai sistem yang berjalan sendiri-sendiri," tegas Sri Sultan. 

Ia juga menekankan pentingnya integrasi data, keseragaman standar, dan keamanan informasi sebagai fondasi bersama.

Lebih lanjut, Gubernur DIY meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, Bank BPD DIY, dan mitra terkait untuk membangun ekosistem digital yang saling terhubung. Bank BPD DIY diharapkan mengambil peran lebih kuat sebagai penghubung ekosistem, tidak hanya menyediakan instrumen transaksi, tetapi juga melakukan pendampingan pengguna, perluasan jaringan, hingga penguatan kapasitas aparatur.

Sri Sultan juga mengingatkan agar digitalisasi tetap berjalan inklusif dengan tetap memperhatikan kemudahan bagi kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, dan wilayah yang keterbatasan konektivitas, serta didukung oleh keamanan sistem yang kuat untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyebut bahwa berdasarkan asesmen saat ini, Kabupaten Sleman sudah masuk dalam level Digital dengan skor sekitar 89%. Meski sudah berada di level yang baik, Danang mengatakan Sleman masih memerlukan beberapa peningkatan di beberapa sektor agar transaksi digital dapat terealisasi sepenuhnya dan mencapai skor 100%.

“Ini ada masukan dari BI dan Kemenko Perekonomian, transaksi digital saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian utama yang wajib dilakukan oleh Pemerintah Daerah demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Kegiatan HLM TP2DD ini dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Deputi Kemenko Perekonomian, perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Bupati dan Wali Kota se-DIY, Sekretaris Daerah DIY, Kepala BPKA, Kepala OPD, jajaran direksi BPD DIY, serta para kepala kantor cabang BPD se-DIY.

( Ria )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM