![]() |
| Foto.persiapan tim gabungan sisir kebakaran.dok. |
Lampung Timur, Cakrainvestigasi.com ,- Instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan Tim Alfa TNI.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI AD, TNI AL, dan TNI AU diterjunkan ke wilayah Desa Braja Kencana, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (25/8/2026). Pengerahan tersebut dilakukan untuk memburu titik panas sekaligus memastikan bara yang masih tersisa benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan setelah pemantauan menggunakan drone thermal mendeteksi sejumlah titik panas yang masih berpotensi menyebabkan api kembali membesar. Titik panas tersebut berada di kawasan sekitar 123 hektare yang sebelumnya terdampak kebakaran pada 23–24 Agustus 2026, meliputi wilayah Desa Braja Kencana dan Desa Braja Luhur.
Medan yang sulit dijangkau serta kebutuhan penanganan secara cepat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat, pasukan diterjunkan dari udara menggunakan metode fast roping.
Pengerahan tersebut menjadi bagian dari operasi terpadu untuk memastikan setiap titik panas dan bara yang masih tersisa dapat ditemukan, dikendalikan, hingga benar-benar dipadamkan sebelum kembali membesar.
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), yang turun langsung mengomandoi penanganan karhutla bersama Forkopimda, mengatakan percepatan penanganan dilakukan dengan mengerahkan berbagai kekuatan, teknologi, dan metode yang dinilai efektif menjangkau wilayah terdampak.
Selain pengerahan personel, operasi pemadaman juga didukung water bombing serta drone penyemprot yang mampu menjangkau lokasi yang sulit didatangi melalui jalur darat.
“Kita juga datangkan drone semprot dengan kapasitas 16 liter, 30 liter, dan 100 liter, sehingga bisa bolak-balik ngisi, diterbangkan ke tempat-tempat yang memang susah dijangkau dengan jalan kaki,” ujar Pangdam.
Menurutnya, instruksi langsung Presiden RI menjadi momentum penting untuk memastikan penanganan karhutla di kawasan Way Kambas dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Kerja sama seluruh pihak sangat diperlukan agar api benar-benar padam dan tidak kembali muncul,” tegasnya.
Penanganan karhutla di kawasan TNWK bukan hanya berkaitan dengan upaya pemadaman api. Kawasan tersebut merupakan habitat penting bagi gajah Sumatera serta menjadi wilayah yang berdekatan dengan puluhan desa yang juga berpotensi terdampak apabila kebakaran meluas.
Pangdam juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bahu-membahu dalam penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Berdasarkan data penanganan, sepanjang 21–24 Agustus 2026 karhutla tercatat melanda sejumlah wilayah di sekitar TNWK. Sekitar 673 hektare terbakar di Desa Braja Harjosari pada 21–22 Agustus, kemudian sekitar 123 hektare di Desa Braja Kencana dan Braja Luhur pada 23–24 Agustus, serta sekitar 6,4 hektare di wilayah Rantau Jaya.
“Kami juga berterima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatian dan atensi khusus kepada Taman Nasional Way Kambas ini,” pungkasnya.
Apresiasi dan harapan serupa disampaikan Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., Bupati Lampung Timur Hj. Ela Siti Nuryamah, M.E., M.A.P., serta jajaran Forkopimda Lampung Timur yang turut menyaksikan pelaksanaan instruksi Presiden RI tersebut.
Penanganan karhutla di Way Kambas kini menjadi perhatian bersama. Perburuan titik panas dan pemadaman bara terus dilakukan untuk mencegah kebakaran kembali meluas serta menjaga kawasan konservasi dan keselamatan masyarakat di sekitar TNWK.
( Horas )


Social Header
Berita