Berita

Breaking News

Dua Unit Dryer Jagung di Dumoga Disorot, Dibangun Sejak 2019 Diduga Tak Pernah Dimanfaatkan

Foto.ilutrasi.dok.


BOLMONG,Cakrainvestigasi.com – Pengadaan bantuan mesin dryer atau pengering jagung di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menjadi sorotan. Pasalnya, terdapat dua unit fasilitas pengering jagung yang disebut berada di wilayah Kecamatan Dumoga, masing-masing berlokasi di Desa Pusian dan Desa Pusian Barat, namun diduga sejak dibangun belum pernah dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan para petani.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, salah satu unit dryer berada di Desa Pusian Barat dan lokasinya berada di atas lahan milik warga bernama Yansen Mokoginta. Sementara satu unit lainnya berada di Desa Pusian dan disebut berada di lahan milik Nikson Gopay.

Kedua fasilitas tersebut disebut telah dibangun sejak sekitar tahun 2019. Namun, hingga kini muncul pertanyaan mengenai sejauh mana fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan sebagaimana tujuan awal pengadaannya.

Padahal, mesin pengering jagung memiliki fungsi penting bagi petani, khususnya untuk membantu menurunkan kadar air hasil panen sehingga jagung dapat disimpan maupun dipasarkan dengan kualitas yang lebih baik.

Sorotan publik semakin menguat apabila benar fasilitas yang menggunakan anggaran bantuan pemerintah tersebut justru tidak dimanfaatkan selama bertahun-tahun. Kondisi itu dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari instansi terkait agar aset atau bantuan yang telah dibangun tidak menjadi fasilitas yang terbengkalai.

Pertanyakan Status Aset dan Pengelolaannya

Sejumlah pertanyaan pun layak diajukan, mulai dari sumber anggaran pengadaan, nilai masing-masing unit, pihak penerima bantuan, status aset, hingga mekanisme pengelolaan fasilitas tersebut.

Termasuk alasan mengapa fasilitas pengering jagung ditempatkan di atas lahan milik pribadi perlu diperjelas. Apakah terdapat perjanjian penggunaan lahan, hibah, pinjam pakai, atau bentuk kerja sama lainnya antara pemilik lahan dengan pemerintah atau kelompok penerima bantuan.

Hal tersebut penting untuk memastikan bahwa keberadaan fasilitas benar-benar memiliki dasar administrasi dan hukum yang jelas serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Terlebih, pemerintah selama ini terus mendorong peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian jagung di Bolmong. Fasilitas pengering menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung penanganan hasil panen. Di Bolmong sendiri, fasilitas pengering jagung juga telah dikembangkan dalam skala besar, termasuk Corn Drying Center di Desa Dulangon, Kecamatan Lolak, yang dilengkapi mesin pengering dan fasilitas penyimpanan jagung.

Dinas Terkait Diminta Turun Lapangan

Atas kondisi tersebut, instansi terkait di Kabupaten Bolmong diharapkan segera melakukan pengecekan langsung terhadap dua unit dryer yang berada di Pusian dan Pusian Barat.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah mesin masih dalam kondisi baik, apakah pernah digunakan, siapa pengelolanya, serta apakah bantuan tersebut telah memberikan manfaat kepada kelompok tani sebagaimana tujuan pengadaannya.

Jika benar fasilitas tersebut sejak dibangun pada 2019 tidak pernah dimanfaatkan, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh. Jangan sampai bantuan pemerintah yang seharusnya membantu meningkatkan produktivitas petani justru menjadi aset yang tidak berfungsi.

Publik juga berharap pemerintah dapat membuka informasi mengenai sumber anggaran, nilai pengadaan, penerima bantuan, dokumen serah terima, status aset, serta alasan fasilitas tersebut tidak dimanfaatkan.

Jika ditemukan adanya dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan maupun pengelolaan, aparat pengawasan pemerintah dan aparat penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kini pertanyaannya: ke mana manfaat dua unit dryer jagung tersebut, dan mengapa fasilitas yang disebut dibangun sejak 2019 itu diduga belum dimanfaatkan secara maksimal?.

( Afat ).

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM