![]() |
| Foto.Firmansyah Ali Turut Hadiri Haul Bhuju’ Agung Toronan dan Temu Dzurriyah Ke-2 di Pamekasan.dok. |
Pamekasan, Cakrainvestigasi.Com - Haul Bhuju’ Agung Toronan dan Temu Dzurriyah ke-2 kembali digelar dengan penuh khidmat di Astah Bhuju’ Agung Toronan, Desa Badung, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (13/08/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Safar Hijriah tersebut dihadiri oleh para dzurriyah atau keturunan Bhuju’ Agung Toronan yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahmah.
Salah satu dzurriyah yang hadir adalah Firmansyah Ali Bani Kiai Panggung bin Agung Toronan, yang juga merupakan bagian dari keturunan Bhuju’ Agung Toronan.
Temu dzurriyah tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang dan mendoakan para leluhur, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi antar keturunan yang selama ini tersebar di berbagai daerah.
Kegiatan haul dan temu dzurriyah yang digelar setiap tahun tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus merawat nilai-nilai tradisi dan penghormatan terhadap para leluhur.
Dalam kesempatan tersebut, semangat untuk menjaga silaturahmi dan mengenang jasa para pendahulu kembali ditekankan. Tradisi tersebut diyakini memiliki nilai penting dalam menjaga hubungan antargenerasi serta memperkuat ikatan kekeluargaan.
Pesan yang dinisbatkan kepada Kanjeng Ratu Sunan Giri juga menjadi salah satu pengingat dalam tradisi tersebut:
“Sing sapa Ama moleh ing leluhur ingsun tekka ing tekka ing anak poto ingsun utawa atorat utawa anyimpen maka renokso dining Allah saking cobeh sasamae utawo jubane jin syaitan.”
Pesan tersebut dimaknai sebagai ajakan untuk senantiasa berbakti dan menghormati leluhur serta menjaga warisan nilai kebaikan yang telah ditanamkan oleh para pendahulu.
Bagi para dzurriyah, Haul Bhuju’ Agung Toronan bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan kembali keluarga besar, memperkuat silaturahmi, sekaligus mengenalkan sejarah dan perjuangan leluhur kepada generasi penerus.
Dengan dihadirinya kegiatan tersebut oleh para dzurriyah dari berbagai daerah, Haul Bhuju’ Agung Toronan dan Temu Dzurriyah ke-2 diharapkan terus menjadi tradisi yang mampu dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(Gf)

Social Header
Berita