![]() |
| Foto.Drs. Aris Priyanto, M.Or.dok. |
YOGYAKARTA,Cakrainvestigasi.com – Keluarga besar SMA Gadjah Mada Yogyakarta menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44, Senin (10/8/2026). Selain menjadi perayaan hari jadi sekolah, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen meningkatkan mutu pendidikan.
Perayaan HUT ke-44 terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran 2026/2027 di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang baru.
Jabatan Kepala SMA Gadjah Mada Yogyakarta kini dipercayakan kepada Nurul Hidayanti, S.Pd., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum. Nurul juga merupakan guru mata pelajaran Sejarah di SMA Gadjah Mada Yogyakarta dan mengajar di SMA Negeri 8 Yogyakarta.
Nurul menggantikan Drs. Arinta Eri Indarto, yang memasuki masa purna tugas setelah mencapai usia 62 tahun. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari dinamika SMA Gadjah Mada Yogyakarta dalam menghadapi perkembangan dan tantangan dunia pendidikan.
Dalam sambutannya, Nurul menegaskan semangat baru sekolah melalui tema HUT ke-44, yakni “Bergerak Serentak, Semangat Baru SMAGADA, Sekolah Istimewa.”
Tema tersebut menjadi spirit bagi seluruh warga sekolah untuk bergerak bersama, membangun optimisme baru, serta terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa.
Dorong Mutu Pendidikan dan Kedisiplinan Siswa
Syukuran HUT ke-44 turut dihadiri Pengawas SMA dari Dikmen Kota Yogyakarta, Drs. Aris Priyanto, M.Or. Dalam kesempatan tersebut, Aris menyampaikan paparan bertajuk “Motivasi Peningkatan Mutu Pendidikan SMA Gadjah Mada Yogyakarta Tahun Ajaran 2026/2027.”
Aris menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian materi pembelajaran, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, kedisiplinan, semangat belajar, serta kesiapan siswa menghadapi masa depan.
Menurutnya, siswa merupakan bagian penting dalam keberlangsungan sebuah sekolah. Karena itu, kehadiran dan kedisiplinan siswa perlu menjadi perhatian, termasuk dalam kondisi apa pun proses pembelajaran berlangsung.
Ia berharap seluruh siswa SMA Gadjah Mada Yogyakarta mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan meraih keberhasilan sesuai bidang yang diminati, baik dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
“Yang terpenting, lulusan SMA Gadjah Mada Yogyakarta harus menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, masyarakat, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesannya.
Aris juga menilai keberhasilan tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Sejumlah alumni SMA Gadjah Mada Yogyakarta telah menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Jejak tersebut diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa yang saat ini menempuh pendidikan.
Menjaga Warisan Sejarah SMA Gadjah Mada
Selain jajaran sekolah dan Pengawas SMA dari Dikmen Kota Yogyakarta, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan mitra sekolah.
Di antaranya HSC Prabowo, tokoh masyarakat yang merupakan bagian dari Keluarga Trah HB VII Dalem Suryonegaran, tempat gedung SMA Gadjah Mada Yogyakarta berada.
Hadir pula Mas Wowo, Ketua Komunitas Koes Plus Indonesia, serta Aipda Heribertus, Bhabinkamtibmas Gondomanan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa SMA Gadjah Mada Yogyakarta tidak hanya memiliki peran sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memiliki keterikatan sejarah dan sosial dengan lingkungan masyarakat Yogyakarta.
Ketua Panitia HUT ke-44 SMA Gadjah Mada Yogyakarta, Rahmadi SM, Ars., mengatakan keberadaan SMA Gadjah Mada Yogyakarta harus terus dipertahankan dan dijaga eksistensinya.
Menurut Rahmadi, sekolah tersebut memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat. Nama Gadjah Mada mengingatkan pada sosok Mahapatih Gajah Mada yang dikenal dengan gagasan persatuan Nusantara.
“Semangat dan makna besar nama Mahapatih Gajah Mada sebagai tokoh pemersatu Nusantara harus terus menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.
Karena itu, menurutnya, HUT ke-44 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat identitas sekolah, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga seluruh warga sekolah terhadap SMA Gadjah Mada Yogyakarta.
SMAGADA Juara, Jawara, Istimewa
Semangat kebersamaan semakin terasa ketika seluruh siswa dan keluarga besar sekolah meneriakkan yel-yel SMA Gadjah Mada Yogyakarta.
“SMAGADA... JUARA!”
“SMAGADA... JAWARA!”
“SMAGADA... ISTIMEWA!”
Seruan tersebut menjadi simbol tekad warga sekolah untuk terus bergerak maju, meningkatkan prestasi, dan mempertahankan karakter SMA Gadjah Mada Yogyakarta sebagai sekolah yang memiliki nilai historis dan keistimewaan tersendiri.
Rangkaian syukuran HUT ke-44 kemudian ditutup dengan doa bersama dan foto bersama. Suasana penuh keakraban mengiringi penutupan kegiatan yang sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan SMA Gadjah Mada Yogyakarta.
Memasuki tahun ajaran 2026/2027, semangat “Bergerak Serentak, Semangat Baru SMAGADA, Sekolah Istimewa” diharapkan tidak berhenti sebagai tema perayaan, tetapi diwujudkan melalui peningkatan mutu pendidikan, kedisiplinan siswa, penguatan karakter, serta prestasi yang membanggakan.
( */Red ).


Social Header
Berita