Berita

Breaking News

Opini: Ketika Bantuan Pangan Dijual, Ada Persoalan yang Perlu Didengar




Oleh: Lembaga Investigasi Negara 

Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sejatinya merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan. Namun, munculnya fenomena sebagian penerima manfaat yang memilih menjual beras bantuan dengan alasan kualitas rasa yang dianggap kurang enak menjadi persoalan yang patut disikapi secara bijak dan objektif.

Perlu dipahami bahwa alasan “kurang enak” merupakan penilaian subjektif dari sebagian penerima manfaat, bukan kesimpulan yang dapat digeneralisasi terhadap seluruh kualitas beras CPP. Dalam prinsip jurnalistik, pengalaman pribadi harus dibedakan dengan fakta yang telah terverifikasi.

Di sisi lain, apabila memang terdapat warga yang menjual beras bantuan setelah diterima, hal tersebut membuka ruang evaluasi. Bukan semata-mata menyalahkan penerima, melainkan juga memahami kondisi ekonomi, kebiasaan konsumsi, serta preferensi masyarakat terhadap jenis beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Bisa saja hasil penjualan digunakan untuk membeli kebutuhan pangan lain yang dianggap lebih sesuai oleh keluarga penerima.

Meski demikian, tujuan utama program CPP adalah memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Karena itu, menjual bantuan pangan tentu berpotensi mengurangi manfaat langsung yang diharapkan pemerintah dari program tersebut. Edukasi kepada masyarakat mengenai tujuan bantuan dan dialog terbuka antara pemerintah kalurahan dengan warga menjadi langkah yang lebih konstruktif daripada membangun stigma.

Pemerintah juga perlu membuka ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program, termasuk menerima masukan masyarakat terkait kualitas beras, mekanisme distribusi, maupun tingkat kepuasan penerima manfaat. Aspirasi warga yang disampaikan secara jujur dapat menjadi bahan perbaikan pelayanan publik ke depan.

Pada akhirnya, persoalan bantuan pangan bukan hanya tentang beras yang diterima atau dijual, tetapi tentang bagaimana program pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan fakta, empati, dan evaluasi akan lebih mencerminkan semangat jurnalistik yang berimbang serta kepentingan publik.

( Red ).

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM