![]() |
| Foto.akses jalan saat ini ditutup.dok. |
SLEMAN ,Cakrainvestigasi.com — Pelaksanaan pekerjaan Peningkatan Jalan Paket 7 di wilayah Kabupaten Sleman memasuki minggu keenam. Berdasarkan keterangan pelaksana lapangan, progres pekerjaan saat ini mencapai sekitar 14 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan target progres yang berada di kisaran 12 persen.
Meski progres pekerjaan berjalan sesuai tahapan, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu persoalan yang cukup berpengaruh adalah ketersediaan air untuk mendukung pekerjaan konstruksi.
Hal tersebut disampaikan pelaksana lapangan, Rahmad dan Fendi, saat ditemui di lokasi pekerjaan,Jumat ( 14/8).
Menurut keduanya, kebutuhan air di lapangan masih mengandalkan pasokan dari jaringan Perusahaan Air Minum (PAM). Kondisi tersebut menjadi kendala tersendiri karena kebutuhan air untuk pekerjaan konstruksi cukup besar, sementara mendapatkan sumber air dari permukiman sekitar tidak selalu mudah.
“Untuk air masih mengandalkan PAM. Kalau mengambil dari permukiman cukup sulit,” ujar Rahmad dan Fendi.
Kendala ketersediaan air tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam menjaga ritme pekerjaan agar tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Progres Lebih Tinggi dari Target
Meski menghadapi persoalan air, progres pekerjaan hingga memasuki minggu keenam tercatat sekitar 14 persen. Angka tersebut masih berada di atas target yang disebut berada di kisaran 12 persen.
Dengan capaian tersebut, pelaksana optimistis pekerjaan dapat terus berjalan sesuai tahapan, dengan tetap melakukan penyesuaian terhadap kondisi di lapangan.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan Pembangunan Jalan yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman.
Papan informasi juga mencantumkan bahwa pekerjaan dilaksanakan oleh penyedia jasa yang ditunjuk pemerintah daerah, dengan waktu pelaksanaan sesuai kontrak tahun anggaran 2026.
Ketersediaan Air Perlu Dicarikan Solusi
Persoalan air menjadi salah satu aspek penting dalam pekerjaan konstruksi jalan, khususnya pada tahapan yang membutuhkan air untuk mendukung proses pengerjaan.
Karena itu, penyedia jasa bersama pihak terkait perlu memastikan kebutuhan air tersedia secara memadai tanpa mengganggu kepentingan masyarakat sekitar.
Di sisi lain, penggunaan sumber air dari lingkungan permukiman juga perlu memperhatikan kapasitas jaringan serta kepentingan warga agar tidak menimbulkan persoalan baru selama pekerjaan berlangsung.
Dengan progres yang saat ini mencapai 14 persen, pengawasan terhadap perkembangan pekerjaan tetap diperlukan. Selain capaian progres, kualitas pekerjaan, penggunaan material, keselamatan kerja, serta dampak pekerjaan terhadap aktivitas masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan hingga proyek selesai.
Redaksi akan terus memantau perkembangan pekerjaan tersebut, termasuk capaian progres pada minggu-minggu berikutnya serta penanganan kendala ketersediaan air di lapangan.

Social Header
Berita