Berita

Breaking News

Siswa SD Al Madina Purworejo Disebut Dikucilkan hingga Trauma Berat dan Enggan Masuk Sekolah


Foto.ilustrasi.dok.


Purworejo, CakraInvestigasi.com,-  Dugaan perundungan dan perlakuan berbeda terhadap seorang siswa kelas 6 SD Al Madina Purworejo menjadi perhatian setelah orang tua siswa mengeluhkan kondisi anaknya yang disebut kini enggan kembali ke sekolah.

Informasi tersebut ditelusuri awak media setelah adanya keluhan dari orang tua siswa yang berdomisili di wilayah Kecamatan Bayan. Senin malam (24/8/2026) sekitar pukul 20.35 WIB, awak media mendatangi kediaman orang tua untuk menggali keterangan mengenai persoalan yang dialami anaknya.

Dalam keterangan orang tua, persoalan bermula dari pergantian pengelola uang kas kelas, dari bendahara pertama kepada bendahara berikutnya. proses serah terima tersebut, disebut terdapat selisih antara jumlah uang yang tersedia dengan catatan administrasi.

Persoalan kemudian berkembang hingga anaknya disebut mendapat tuduhan dari salah satu orang tua wali lain yang berprofesi sebagai sekdes. berkaitan dengan penggunaan uang kas tersebut. Orang tua mengaku keberatan karena tuduhan tersebut, menurutnya, belum disertai bukti yang menunjukkan bahwa anaknya menggunakan uang kas kelas.

Persoalan semakin menjadi perhatian ketika dalam kegiatan pembagian kaos kelas yang dibuat dan di biayai sesorang, dari 23 siswa disebut hanya anaknya yang tidak mendapatkan kaos.

Orang tua mengatakan, seorang wali murid yang disebut berstatus sebagai sekdes menyampaikan bahwa anak tersebut memang sengaja tidak diberikan kaos karena berkaitan dengan persoalan uang kas dengan lantang.

Sejak kejadian tersebut, orang tua mengaku melihat perubahan pada kondisi anaknya. Anak disebut lebih menangis,tidak mau makan, tertutup, murung, serta enggan berangkat sekolah.

“Anak saya sekarang lebih banyak diam dan tidak mau sekolah. Dia merasa dikucilkan teman-temannya,” keluh orang tua kepada awak media.

Bagi orang tua, persoalan uang kas seharusnya dapat diselesaikan melalui mekanisme administrasi yang jelas. Jika memang terdapat selisih, menurutnya, perlu dilakukan penelusuran terhadap catatan pemasukan, pengeluaran, serta proses serah terima antara bendahara sebelumnya dan bendahara berikutnya.

Namun, persoalan yang lebih dikhawatirkan adalah dampaknya terhadap anak.

Sebab, apabila persoalan administrasi kemudian berimbas pada perlakuan berbeda terhadap seorang siswa, muncul pertanyaan serius,apakah persoalan uang kas kelas harus membuat seorang anak merasa dikucilkan hingga enggan kembali ke sekolah.

Dugaan adanya tekanan psikologis maupun perundungan terhadap anak dalam kasus ini belum dapat disimpulkan. Informasi tersebut masih berdasarkan keterangan dan keluhan orang tua sehingga membutuhkan klarifikasi dari pihak sekolah, wali murid terkait, maupun wali murid yang berprofesi sebagai Sekdes.

Awak media masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak SD Al Madina Purworejo serta wali murid yang disebut dalam keterangan orang tua untuk memperoleh penjelasan mengenai kronologi sebenarnya, termasuk persoalan selisih uang kas dan alasan anak tidak memperoleh kaos.

( Horas)

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM