![]() |
| Foto.pelukis Klowor Waldiyono.dok |
SLEMAN,Cakrainvestigasi.com, – Pelukis Klowor Waldiyono resmi membuka pameran tunggal bertajuk Bentang Jiwa di GRAMM HOTEL by Ambarrukmo, Kamis (3/9/2026) sore.
Acara ini menjadi momen istimewa untuk memaparkan rangkuman perjalanan panjang berkarya sekaligus pengalaman batin yang membentuk setiap ciptaannya.
Sebanyak 13 karya pilihan ditampilkan, masing-masing merekam jejak interaksi seniman ini dengan beragam tempat, suasana, serta objek yang memikat hatinya.
Proses penciptaan tak sekadar dilakukan di ruang tertutup, melainkan sering kali dikerjakan langsung di lokasi saat ia berkelana menjelajahi keindahan alam dan lingkungan.
“Bentang Jiwa ini menandakan perjalanan saya, perjalanan berkarya, perjalanan spiritual, dan menjadi sebuah resapan bahwa karya-karya ini bagian dari perwakilan sebuah proses yang bukan tiba-tiba akhirnya bisa sampai di titik ini,” ujar Klowor dengan nada tulus dan mendalam.
Baginya, judul ini bukan sekadar nama acara, melainkan cerminan seluruh langkah yang dilalui. Setiap lukisan bukan hasil gagasan sesaat, melainkan butiran pemikiran, perasaan, dan penghayatan yang terakumulasi perlahan sepanjang waktu hingga membentuk gaya khasnya.
Dalam berkarya, Klowor tak pernah menunggu ide datang menghampiri. Ia selalu membawa perlengkapan melukis ke mana pun pergi, lalu merespons apa yang dilihat dan dirasakan secara langsung, spontan, dan jujur tanpa keraguan sedikit pun.
Berbagai lokasi berkesan telah menjadi sumber ilham: dari puncak Merapi dan Merbabu yang gagah, pesisir Cilacap yang tenang, hingga kawasan Tugu Yogyakarta yang sarat makna sejarah dan kebudayaan bagi seluruh masyarakat.
“Semua karya mempunyai cerita khusus. Semua spesial karena karya ini lahir seperti anak-anak saya. Saya berharap semua karya yang ada di sini dan yang sudah terkoleksi dapat membawa keberkahan di rumah,” ungkapnya dengan senyum hangat menyapa para hadirin.
Ia menganggap setiap hasil ciptaan memiliki jiwa dan karakter sendiri, tak ada yang lebih utama atau lebih baik dari yang lain. Semuanya lahir dari rasa cinta yang sama besarnya terhadap seni dan keinginan berbagi pesan positif lewat warna serta garis.
Sejak mulai menekuni dunia seni pada tahun 1987, ia telah melahirkan ribuan karya yang tersebar luas. Pameran kali ini tercatat sebagai ajang pameran tunggal ke-10 atau ke-11 dalam riwayat perjalanan panjangnya yang penuh ketekunan.
Bagi Klowor, konsistensi adalah kunci utama agar seniman tetap bertahan. Keterbatasan alat, bahan, maupun sarana tak boleh dijadikan alasan untuk berhenti berkarya atau menyerah pada keadaan apa pun.
“Seniman harus mampu bertahan dan terus menciptakan karya dengan material apa pun yang tersedia, baik kanvas, kertas, maupun cat dengan warna terbatas,” tegasnya menyampaikan pandangan hidupnya yang menginspirasi banyak kalangan.
Aris Retnowati, General Manager GRAMM HOTEL, menjelaskan bahwa sejak tahun 2022 pihaknya mulai membuka ruang-ruang publik untuk kegiatan seni. Langkah ini diambil guna mengubah ruang hias biasa menjadi tempat berbagi dan ekspresi bagi para seniman lokal.
Kehadiran karya Klowor dinilai membawa warna dan semangat baru ke dalam suasana hotel. Dominasi rona merah, merah muda, dan hijau membuat suasana terasa lebih hidup, ceria, serta menyenangkan bagi siapa saja yang melihatnya.
“Kami senang semakin banyak ruang yang dibuka untuk para seniman. Tidak harus selalu menyewa ruangan dengan biaya mahal, sementara ruang-ruang yang ada di hotel bisa digunakan untuk kegiatan seni,” ucap Aris menjelaskan maksud dan tujuan program tersebut.
Pameran ini juga menjadi jembatan yang menghubungkan dunia seni dengan masyarakat luas, termasuk tamu hotel yang mungkin sebelumnya belum pernah mengenal atau mendekati karya seni rupa secara langsung.
Acara pembukaan dihadiri pula oleh pengusaha Tamrin Budi Laksono yang turut meresmikan pameran. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kualitas karya yang ditampilkan Klowor Waldiyono.
Tamrin berharap ajang ini menjadi awal mula lebih banyak kolaborasi. Ia ingin ruang bertemu antara seniman, pelaku usaha, komunitas, dan warga masyarakat semakin terbuka lebar serta saling menguatkan.
Kekayaan perjalanan hidup Klowor tak hanya terlihat dari jumlah karya yang sudah dihasilkan, melainkan juga dari bagaimana ia menyerap pengalaman, lingkungan, hubungan sesama, serta pergulatan batin ke dalam setiap goresan kuasnya.
Melalui pameran ini, pengunjung diajak menyelami proses kreatif yang tumbuh dari rasa gembira, keinginan tak henti menjelajah, serta kesabaran dan ketekunan yang tak pernah luntur meski waktu terus berlalu.
Karya-karya yang ditampilkan bukan sekadar benda pajangan, melainkan catatan hidup yang bisa dibaca, dirasakan, dan dihayati oleh siapa saja yang berkenan meluangkan waktu berdialog dengan lukisan-lukisan tersebut.
Bagi Klowor, perjalanan ini belum berakhir. Bentang Jiwa hanyalah satu bab dari kisah panjang yang masih akan terus ditulis dengan warna-warna baru dan pengalaman-pengalaman mendatang.
Pameran ini membuktikan bahwa seni adalah cerminan jiwa pelukisnya, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan kesetiaan pada panggilan hati akan selalu menghasilkan karya yang abadi dan bermakna mendalam.
Hingga kini, Klowor tetap bertekad melanjutkan langkah, membawa kuas dan cat ke mana pun ia pergi, membiarkan jiwanya terus terbentang lewat karya-karya yang membawa kedamaian serta energi positif bagi semua orang.
( WAN)

Social Header
Berita