Berita

Breaking News

‎BPDP Bongkar Jurus Modern, 87 Pekebun Labusel Naik Kelas ‎

Foto.pelatihan budidaya modern BPDP bersama Kementan di Le Polonia Hotel, Medan,dok.


‎MEDAN ,Cakrainvestigasi.com,– Sebanyak 87 pekebun sawit Labuhanbatu Selatan mengikuti pelatihan budidaya modern BPDP bersama Kementan di Le Polonia Hotel, Medan, tahun ini.

Pelatihan berlangsung 26 hingga 31 Agustus 2026, dengan LPP Agro Nusantara sebagai pelaksana yang membekali peserta pengetahuan dan keterampilan praktis selama enam hari.

Pembukaan pelatihan berlangsung semarak melalui penampilan Tarian Piring dari Saphire Dance yang menyambut peserta dengan suasana energik dan penuh semangat sejak awal.

Zulkifli Zein dari LPP Agro mengatakan, pekebun harus meningkatkan keterampilan agar produktivitas kebun sawit swadaya mampu mendukung peningkatan produksi nasional secara berkelanjutan.

“Jangan sampai kita punya 40 persen lahan sawit nasional, tetapi hasilnya hanya 30 sampai 35 persen CPO,” katanya saat pembukaan pelatihan.

Menurut Zulkifli, kondisi tersebut harus dibalik melalui peningkatan kemampuan pekebun dalam menerapkan teknik budidaya yang benar, efektif, dan berkelanjutan di lapangan bersama.

“Kuncinya adalah skill dan praktik budidaya yang benar. Pekebun harus memahami setiap tahapan agar hasil kebun semakin optimal,” ujarnya kepada peserta pelatihan‎



Pelatihan tidak hanya berlangsung dalam ruang kelas, tetapi juga menghadirkan pembelajaran lapangan agar peserta melihat penerapan teknologi secara langsung bersama pemateri berpengalaman.

Pada 29 Agustus 2026, peserta dijadwalkan mengunjungi PT PTPN IV Regional II Kebun Adolina dan Balai Benih Adolina untuk belajar bersama secara langsung.

Peserta akan melihat teknologi budidaya serta mengenal benih unggul yang dapat menjadi salah satu penunjang peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat secara berkelanjutan bersama.

Agenda lapangan tersebut diharapkan memberikan gambaran nyata mengenai pengelolaan kebun, mulai pemilihan benih hingga penerapan teknik budidaya yang tepat bagi pengembangan kebun rakyat.

Muhammad Yusuf Lubis dari Pemprov Sumut turut mendorong peserta agar menerapkan ilmu pelatihan dan membagikannya kepada pekebun lainnya di daerah masing-masing secara konsisten.

“Ilmu yang diperoleh jangan berhenti setelah pelatihan. Bawa pulang pengetahuan ini, kemudian tularkan kepada masyarakat,” kata Yusuf kepada para peserta pelatihan langsung.

Sabrina Pulungan, Kadis Labusel, juga mengajak pekebun menjadi agen perubahan yang mampu mendorong kemajuan sektor perkebunan di wilayahnya secara konsisten demi kesejahteraan masyarakat.

“Pekebun harus menjadi agen perubahan di desa. Pengetahuan baru harus diterapkan agar produksi meningkat dan kesejahteraan ikut bergerak,” ujarnya dalam kegiatan.

Peserta menyambut pelatihan tersebut dengan antusias karena materi diberikan melalui perpaduan teori, diskusi, praktik, serta kunjungan langsung ke lokasi perkebunan bersama pemateri.

Syamsul Bahri, salah satu peserta, mengatakan pelatihan memberikan bekal penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki pengelolaan kebun sawit rakyat bagi pekebun peserta.

“Kami pulang bukan cuma membawa sertifikat, tetapi membawa ilmu untuk meningkatkan produksi sawit di Labusel,” kata Syamsul kepada wartawan yang hadir.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat kapasitas pekebun swadaya sehingga produktivitas meningkat dan perkebunan sawit semakin berdaya saing di masa depan.

( Mawan).

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM