Berita

Breaking News

BPN MANADO DITANTANG BUKA-BUKAAN! WARGA PAAL 2–PAAL 4 TERDAMPAK, USAHA LUMPUH AKIBAT KETIDAKPASTIAN PROYEK

Foto.ilustrasi aksi di BPN.dok.cakra.


MANADO, SULAWESI UTARA,cakrainvestigasi.com,-  Ketidakpastian penanganan persoalan pertanahan yang berkaitan dengan proyek normalisasi dan penataan kawasan bantaran Sungai Paal 2 dan Paal 4, Kota Manado, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat terdampak.

Warga kini menuntut Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Manado tidak lagi memberikan ruang bagi ketidakjelasan. Mereka meminta instansi terkait membuka penjelasan secara transparan mengenai tahapan penyelesaian, kendala yang dihadapi, hingga kepastian waktu penyelesaian persoalan di lapangan.

Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan sekadar urusan administrasi. Ketidakpastian yang berkepanjangan disebut telah berdampak langsung terhadap aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Sejumlah warga yang sebelumnya menjalankan usaha dan mencari nafkah di kawasan tersebut mengaku aktivitas mereka ikut terganggu. Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan sampai kapan mereka harus menunggu kepastian.

 *WARGA PAAL 4 DESAK DIALOG TERBUKA* 

Di kawasan Paal 4, mantan Kepala Lingkungan setempat, Noldy Rumambi, tampil menyampaikan aspirasi warga.

Dalam orasinya, Rumambi meminta agar suara masyarakat benar-benar didengar oleh pihak yang memiliki kewenangan. Ia juga mengharapkan adanya perwakilan BPN yang dapat memberikan jawaban secara langsung.

“Kami minta supaya aspirasi ini dapat didengar untuk kita bersama. Kalau bisa Bapak menjawab, mungkin akan ada perwakilan,” ujar Rumambi dalam penyampaian aspirasi warga, Selasa (15/9/2026).

Rumambi secara khusus mengundang perwakilan BPN yang disebut warga dengan sapaan “Pak Atan” untuk duduk bersama dan membangun komitmen penyelesaian.

Menurutnya, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui dialog tanpa harus menimbulkan keributan di tengah masyarakat.

“Kami minta atau mengundang perwakilan kita untuk berdiskusi dalam membuat komitmen bersama,” tegasnya.

 *PAGAR EMAS TURUN SERAP ASPIRASI* 

Sementara itu, di bantaran Sungai Paal 2, Ketua Umum DPP Pagar Emas turun langsung menemui warga yang terdampak.

Kehadiran Pagar Emas disebut untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mendorong agar persoalan yang telah berlangsung tersebut segera mendapatkan kepastian.

Ketua Umum DPP Pagar Emas menegaskan bahwa pihaknya tidak datang untuk memperkeruh keadaan. Sebaliknya, pihaknya meminta BPN Kota Manado memberikan penjelasan yang terang kepada masyarakat.

“Kita minta Kepala BPN Kota Manado dapat menjawab atas aspirasi rakyatnya dengan baik. Kita lakukan dengan kondusif, nanti kita minta Kepala BPN memberikan penjelasan-penjelasan, menjawab kenapa begitu lama ini,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat berhak mengetahui perkembangan persoalan yang berdampak terhadap kehidupan mereka.

“Ada yang kemudian berusaha, tidak bisa lagi berusaha. Kegiatan sosial mereka untuk bekerja mencari nafkah jadi terganggu. Makanya kami minta di sini Kepala Kantor BPN Kota Manado dapat memberikan jawaban,” tegasnya.

 *BUKAN SEKADAR JANJI, WARGA BUTUH KEPASTIAN* 

Pertanyaan terbesar masyarakat kini sederhana: kapan persoalan ini selesai?

Warga membutuhkan kepastian waktu dan langkah konkret, bukan sekadar penjelasan yang kembali membuat mereka menunggu.

Ketua Umum DPP Pagar Emas pun meminta pihak terkait menjawab langsung pertanyaan masyarakat mengenai berapa lama lagi proses tersebut akan berlangsung.

“Teman-teman menyatakan, berapa lama? Yang kedua, jika hari ini ada (penyelesaian), jangan salahkan masyarakat kalau proyek ini tentunya akan menjadi permasalahan secara nasional,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pihak-pihak yang memiliki kewenangan tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut.

Namun, penyampaian aspirasi tetap diminta dilakukan secara tertib dan mengedepankan etika.

 *“Sedikit tambahan yang sopan santun. Kita sampaikan ini dengan baik-baik, tapi harus ada jawaban yang jelas,”* pungkasnya.

 *BPN MANADO DITUNTUT TRANSPARAN* 

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Kepala Kantor BPN Kota Manado mengenai tuntutan dan aspirasi warga tersebut.

Masyarakat berharap BPN segera membuka ruang dialog bersama warga terdampak dan memberikan penjelasan mengenai status persoalan, tahapan yang telah dilakukan, kendala yang menyebabkan proses berlangsung lama, serta kepastian waktu penyelesaian.

Sebab, bagi warga, setiap hari tanpa kepastian berarti bertambahnya beban ekonomi dan sosial.

Mereka meminta pemerintah dan instansi terkait tidak membiarkan masyarakat berada dalam situasi menunggu tanpa batas.

BPN Kota Manado kini ditantang membuka-bukaan. Jika memang prosesnya berjalan, warga meminta dijelaskan sampai di mana proses tersebut. Jika ada kendala, masyarakat meminta kendala itu disampaikan secara transparan. Dan jika sudah ada target penyelesaian, warga meminta kepastian waktunya.

Persoalan ini pun diharapkan tidak berkembang menjadi konflik sosial. Pemerintah daerah, BPN dan seluruh instansi terkait dinilai perlu segera duduk bersama masyarakat untuk mencari jalan keluar yang konkret, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Warga tidak meminta keributan. Mereka meminta kepastian—karena kehidupan dan mata pencaharian mereka ikut dipertaruhkan.

( Afat )

© Copyright 2024 - CAKRAINVESTIGASI.COM