![]() |
| Foto.Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Dispar Ekrafpora) Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, S.Ip., M.Si.dok.cakra. |
GUNUNGKIDUL,Cakrainvestigasi.com – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Gunungkidul Tourism Fest (GTF) 2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat promosi pariwisata sekaligus mendorong agar geliat sektor wisata memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Mengusung tema “Gunungkidul Bumi Handayani, Lestari, Ngrejekeni”, GTF 2026 digelar di Desa Wisata Tepus, bertepatan dengan rangkaian peringatan World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia yang diperingati setiap 27 September. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-162.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Dispar Ekrafpora) Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, S.Ip., M.Si., mengatakan GTF tidak sekadar diarahkan sebagai agenda hiburan, tetapi menjadi ruang promosi, apresiasi, edukasi, dan kolaborasi berbagai potensi lokal.
“GTF menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat potensi pariwisata Gunungkidul yang berbasis pada kekayaan alam, budaya, kreativitas dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Eko kepada awak media,Rabu ( 23/9)
Menurutnya, pemilihan Desa Wisata Tepus sebagai lokasi penyelenggaraan juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah atas capaian desa wisata tersebut yang meraih penghargaan Wonderful Indonesia Awards (WIA).
Konsep GTF 2026 mengedepankan dua kata kunci, yakni lestari dan ngrejekeni. Lestari dimaknai sebagai pengembangan pariwisata yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kelestarian budaya serta kearifan lokal.
Sementara ngrejekeni mencerminkan harapan agar aktivitas pariwisata mampu menciptakan perputaran ekonomi, membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan belanja serta lama tinggal wisatawan di Gunungkidul.
“Harapannya, aktivitas pariwisata tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan pelaku pariwisata serta ekonomi kreatif,” jelasnya.
Berbagai kegiatan akan mewarnai GTF 2026, mulai dari pagelaran seni budaya, pertunjukan musik, pameran dan bazar UMKM, kuliner lokal, pameran potensi desa wisata, ekonomi kreatif, hingga aktivitas komunitas kopi.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menempatkan desa wisata dan masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam ekosistem pariwisata. Karena itu, penyelenggaraan festival diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kunjungan, tetapi mendorong wisatawan untuk mengenal, menikmati sekaligus membelanjakan uangnya di destinasi dan usaha masyarakat setempat.
GTF 2026 sekaligus diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas dan pemangku kepentingan pariwisata.
Melalui tema “Gunungkidul Bumi Handayani, Lestari, Ngrejekeni”, festival tersebut diarahkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga kekayaan alam dan budaya Gunungkidul, menghidupkan kreativitas masyarakat, memperkuat desa wisata, serta memastikan sektor pariwisata mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat.
( Pay/Cakra)

Social Header
Berita