![]() |
| Foto.pengurus DPP GBN-MI bersama Danrem 072/PMK.dok. |
YOGYAKARTA ,Cakrainvestigasi.com,– Menjelang pelantikan pengurus, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) GBN MI DIY Kader Bela Negara Kementerian Pertahanan RI melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., Rabu (2/9/2026).
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara GBN MI DIY dengan Korem 072/Pamungkas dalam menanamkan serta mengembangkan nilai-nilai bela negara di tengah masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ketua DPP GBN MI DIY, Y Heru wintoko, mengatakan dalam audiensi tersebut pihaknya memperkenalkan jajaran pengurus DPP GBN MI DIY sekaligus pengurus DPK GBN MI di wilayah DIY.
"GBN MI DIY merupakan wadah organisasi kader bela negara Kementerian Pertahanan RI. Kami ingin berperan aktif membangun sinergitas dalam menanamkan nilai-nilai bela negara dan kecintaan terhadap tanah air di tengah masyarakat DIY yang dinamis dan majemuk," ujar Heruwintoko.
Menurutnya, GBN MI DIY juga berkomitmen meningkatkan kesadaran bela negara masyarakat melalui program Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN).
Dalam kesempatan tersebut, pengurus GBN MI DIY juga menyampaikan rencana pelantikan pengurus DPP GBN MI DIY sekaligus pengukuhan Ketua DPK GBN MI se-DIY yang akan digelar pada 5 September 2026.
Sementara itu, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menyambut baik audiensi dan silaturahmi yang dilakukan jajaran GBN MI DIY.
Danrem mengapresiasi tujuan organisasi tersebut dalam mengembangkan nilai-nilai bela negara melalui kegiatan PKBN di tengah masyarakat.
"Jadi kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik audiensi ini. Tujuannya bersama-sama membangun dan mengembangkan nilai-nilai bela negara di tengah masyarakat melalui Pembinaan Kesadaran Bela Negara," kata Yuniar.
Menurut Danrem, masyarakat yang telah mengikuti PKBN dan menjadi kader bela negara diharapkan dapat terus mengimplementasikan nilai-nilai tersebut melalui karya nyata di tengah masyarakat.
Ke depan, kader bela negara juga diharapkan dapat menjadi mitra pembina TNI dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana alam maupun menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan ketahanan nasional.
Yuniar menegaskan, pemahaman mengenai bela negara tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai kegiatan perang atau mengangkat senjata.
"Bela negara bukan hanya soal perang atau mengangkat senjata. Semua profesi yang ada di masyarakat dapat menjadi bagian dari bela negara sepanjang dilandasi nilai-nilai kecintaan terhadap tanah air dan semangat nasionalisme," tegasnya.
Ia menambahkan, setiap warga negara dapat berkontribusi dalam bela negara sesuai bidang dan profesinya masing-masing. Semangat tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan sekaligus memperkuat ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Apapun profesinya, semuanya bisa menjadi bagian dari bela negara. Yang penting bagaimana meningkatkan semangat nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air dan memberikan karya nyata bagi bangsa dan negara," imbuhnya.
Audiensi tersebut dihadiri sejumlah pengurus GBN MI DIY, di antaranya Ketua DPP GBN MI DIY Y Heruwintoko, Wakil Ketua Ony Agust Dhemiswara, Bendahara Agustine Sonya Maria, S.H., M.H.Li, Wakil Bendahara Yasteriana, serta Wakil Sekretaris Hartiningsih Raharjo.
Hadir pula Ketua DPK GBN MI Kota M Raka Yudistira, Sekretaris DPK Yusuf dan Bendahara DPK Fany.
Melalui audiensi tersebut, GBN MI DIY berharap sinergi dengan Korem 072/Pamungkas semakin kuat, terutama dalam mengimplementasikan nilai-nilai bela negara melalui kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
( Pay/red).


Social Header
Berita