![]() |
| Foto.Ambulan saat berada di SMK Muh.Turi.dok.cakra. |
SLEMAN,Cakrainvestigasi.com,- Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Turi, Kabupaten Sleman, menjadi perhatian setelah sejumlah guru dan siswa dari tiga sekolah dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan.
Data sementara hingga Senin (7/9/2026) pukul 10.16 WIB mencatat sebanyak 32 siswa dari tiga sekolah mengalami gejala kesehatan. Ketiga sekolah tersebut yakni SMPN 3 Turi, SMK Muhammadiyah 1 Turi, dan SD Muhammadiyah Balerante.
Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, pusing, sakit perut hingga muntah setelah para siswa mengonsumsi makanan MBG yang sebelumnya dibagikan di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi.S.sos.,M.M., saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurut Mustadi, gejala awal justru diketahui setelah seorang guru di SMP mencicipi makanan yang disajikan. Setelah itu, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan serupa.
"Awalnya guru di SMP yang mencicipi masakan tersebut, kemudian diikuti sejumlah siswa," ujar Mustadi saat dikonfirmasi.
Meski demikian, Mustadi mengatakan dari sisi penyajian, makanan tersebut sejauh yang diketahui telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
"Kalau dilihat dari penyajian, semua sudah sesuai SOP," jelasnya.
Dinas Pendidikan Minta Tunggu Hasil Laboratorium
Mustadi menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab munculnya gejala kesehatan yang dialami para siswa maupun guru.
Menurutnya, untuk memastikan penyebab kejadian tersebut diperlukan pemeriksaan medis dan pengujian laboratorium yang menjadi kewenangan Dinas Kesehatan.
"Untuk memastikan penyebabnya, Dinas Kesehatan yang lebih tahu. Kita tunggu saja hasil labnya," kata Mustadi.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa munculnya gejala kesehatan pada sejumlah warga sekolah belum otomatis membuktikan makanan MBG sebagai penyebabnya.
Kepastian mengenai sumber gangguan kesehatan masih harus menunggu hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium.
Ambulans Dikerahkan, Siswa Mendapat Penanganan
Sejumlah ambulans telah berada di lokasi untuk memberikan pertolongan dan membantu proses evakuasi siswa yang membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Petugas kesehatan juga melakukan observasi terhadap siswa yang mengalami gejala ringan. Pemeriksaan dilakukan sesuai kondisi masing-masing siswa sembari memantau perkembangan kesehatan mereka.
Pihak sekolah, tenaga kesehatan dan aparat setempat masih melakukan pendataan serta pemantauan terhadap kondisi siswa dan guru yang mengalami keluhan.
Sampel Makanan Diamankan
Untuk mengungkap penyebab kejadian, pihak berwenang bersama Dinas Kesehatan mengamankan sampel makanan MBG yang diduga dikonsumsi para siswa.
Sampel tersebut selanjutnya akan menjalani pengujian laboratorium. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah terdapat faktor dari makanan yang berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan atau terdapat penyebab lain.
Penelusuran juga diarahkan pada rantai penyediaan dan distribusi makanan, mulai dari proses pengolahan hingga makanan diterima oleh para siswa.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kejadian belum diketahui. Penanganan terhadap warga sekolah yang mengalami gejala masih berlangsung, sementara hasil pemeriksaan medis dan laboratorium masih ditunggu.
Publik kini menanti hasil uji laboratorium untuk menjawab pertanyaan utama dalam kasus tersebut: apa sebenarnya yang menyebabkan sejumlah guru dan siswa mengalami gejala gangguan kesehatan secara bersamaan?

Social Header
Berita